jump to navigation

Happy Thoughts: Balikpapan November 10, 2009

Posted by Astri in Balikpapan, Kopdar, Makanan, Perjalanan, Wisata.
1 comment so far
  • Finally visited Balikpapan, to be exact: Kalimantan.
  • Met her long lost Aunty Lia, cousin Bismo n Bagas.
  • Found some cute fabrics in Kebun Sayur, Balikpapan.
  • Ate the famous Kepiting Kenari 3x within 24 hrs.
  • Visited crocodile farming @Teritip
  • IMG_2757

Mari Bicara ASI: Saat Bencana Alam itu Tiba September 19, 2009

Posted by Astri in ASI, Bencana Alam, Daily Life, emergency Medicine.
4 comments

Pekan ASI Sedunia 2009 baru saja lewat. Temanya: Breastfeeding: A Vital Emergency Response. Are You Ready? Percaya tidak percaya, satu bulan kemudian ternyata kejadian beneran. Gempa Bumi tanggal 2 September 2009 yang berpusat di Tasikmalaya, tapi kerusakannya mengenai Jawa Barat bagian Selatan. Ini waktunya mempraktekkan tema Pekan ASI Sedunia tahun ini.

Gimana sih cara yang tepat memberikan bantuan bencana alam terutama pada bayi – bayi di bawah 1 tahun? Apa mengedrop susu formula? MPASI Instan? Yang semuanya membutuhkan air dan wadah yang bersih atau bahkan steril di situasi yang amat sangat minim segala sesuatunya, bahkan sekedar air buat membasuh setelah membuang hajat?

Lalu apa yang bisa kita lakukan buat bayi-bayi korban bencana alam? Tega amat keliatannya kalo gak ngasih apa-apa.

Selama bayi – bayi tersebut masih menyusu pada ibunya, ternyata kita tidak perlu memberikan bantuan susu formula. Karena ASI tidak perlu diberikan dengan kondisi khusus, siap saji, tidak perlu diseduh ataupun dihangatkan, sehingga bisa diberikan setiap saat setiap waktu oleh ibunya. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan ibu – ibu yang menyusui mendapatkan makanan dengan gizi yang cukup sehingga ibu tersebut bisa memberikan ASI pada bayinya. Bahkan jika sang ibu akhirnya jatuh dalam kondisi gizi kurang pun, ASI yang didapat bayi masih sama kualitasnya dengan ibu dengan gizi baik.

Mengapa susu formula menjadi bantuan yang tidak tepat saat bencana alam? Seperti disebutkan di atas, saat bencana alam, akses terhadap air bersih menjadi sangat2 minim. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian, seperti mandi dan membasuh setelah buang hajat. Mensterilkan botol akan jadi prioritas nomor sekian. Wadah yang kurang bersih akan meningkatkan angka kejadian diare saat bencana alam :( jadi korban dua kali deh… Hal ini juga terjadi saat gempa bumi di Jogjakarta. Bayi yang mendapat bantuan susu formula, angka kejadian diarenya lebih tinggi dua kali lipat dari bayi yang tidak mendapat susu formula.
Belum lagi karena bantuan terbatas dan tidak merata, si ibu akan berusaha menghemat susu formula yang didapat dengan cara memberikan susu tidak sesuai takaran, hanya asal putih. Tentunya gizi yang diperoleh menjadi tidak optimal, jadilah masalah gizi kurang :(

Kalau kita masih ingin memberi bantuan saat bencana alam, bantuan lain apa yang masih bisa kita berikan?

Pakaian bayi, selimut bayi, kaus kaki, minyak telon, makanan buat ibu, air bersih, tenda, dan terpal bisa menjadi pilihan yang tepat buat membantu para bayi yang tinggal di pengungsian. Memberikan motivasi dan penguatan bagi ibu untuk menyusui di saat bencana terkadang juga diperlukan di tengah serbuan bantuan yang masih belum tepat.

A New Fighter Juli 9, 2009

Posted by Astri in ASI, Curhat, Daily Life.
10 comments

I’m back…

Sudah 2 bulan ini saya menghilang dari jagad weblog, sekarang waktunya untuk kembali meramaikan dunia maya

Hmmm, kenapa saya menghilang? Ada 2 hal: Saya kena demam Facebook dan segala microblogging lainnya, apalagi setelah punya TSel Flash Unlimited :D yang kedua, saya mulai belajar lagi hehehe… Meskipun bukan sekolah spesialis seperti yang sering ditanyakan orang2 pada saya.

Panjang banget ceritanya, tapi intinya tersadar setelah serangkaian peristiwa yang membuat saya terhenyak, anak dari teman sejawat yang meninggal dunia karena tersedak saat minum dari dot… Hiks.. Hiks… Trus, saya tau ASI penting dan merupakan hak bayi, tapi saya gak tau bagaimana cara membantu para bayi ini mendapatkan ASI yang menjadi haknya. Gimana cara memberikan ASI dan tetap eksklusif meskipun ibunya bekerja. Nol besar pengetahuan saya untuk itu. Waktu sekolah dokter cuma diajari, ASI Eksklusif sekarang dari 4 bulan jadi 6 bulan yaaa… Kalo ditanya pas ujian jawabnya itu. Apalagi saya sendiri belum pernah melahirkan :) apalagi menyusui.

Jadilah saya membulatkan tekad untuk belajar sebanyak mungkin tentang ASI yang mulai ditinggalkan karena ketidaktahuan banyak pihak termasuk para tenaga kesehatan yang seharusnya memfasilitasi para ibu menjalankan kewajibannya memberikan ASI pada setiap anak yang dilahirkannya dan tidak semudah itu memberikan susu formula.

Alhamdulillah dalam proses belajar ini, saya merasa banyak diberi kemudahan olehNya, bisa menjalin silaturahim dengan teman2 baru, dan yang paling utama dukungan penuh dari suami tercinta :) Bener2 sebuah doa yang terjawab dari kebimbanganku selama ini.. Cieeee…

So, here I am.. A New Breastmilk Fighter, Eager to Learn and to Help Mothers and Babies in Need. Care to Join Me?

Bandung oh Bandung Mei 14, 2009

Posted by Astri in Daily Life, Perjalanan.
4 comments

Dah dua hari ini saya di Bandung. Bukan liburan, bukan belanja :) jadi yang mau nitip atau minta oleh-oleh silakan kuciwa (kecuali dokterearekcilik tentunya)

Selama ini saya mengira Bandung sudah mulai panas seperti kata banyak orang. Tapi ternyata kegendutan saya masih belum cukup untuk mengatasi dinginnya air saat mandi, sehingga langsung membatalkan dan segera merebus air hangat, atau saat kedinginan pas naik motor pagi – pagi ke Hasan Sadikin… Untung bawa jaketnya dokterearekcilik.

Pulang dari Hasan Sadikin masih belum terlalu sore, akhirnya saya langsung naik angkot ke PvJ sambil menguji hafalan saya tentang rute Angkot yang ternyata masih ciamik, sambil menikmati suasana jalan2 di Bandung dan udaranya yang sejuk… Sayang gak bawa sepatu yang enak buat jalan kaki… Atau besok ke Hasan Sadikin sambil ngegembol sandal (thinking)

Besok jalan – jalan lagi ah, mumpung belum diserbu orang Jakarta :D Semoga akhir pekan gak terlalu rame

Kalap Buku April 24, 2009

Posted by Astri in Buku.
8 comments

Kebiasaan setiap saya ke Jakarta, kalap belanja buku. Parahnya, kekalapan ini sudah dimulai sejak di Bandara Juanda. Ada sale 25% di Periplus!!! Jadilah belum apa2 sudah menenteng 4 buah novel baru :mrgreen: Yang membuat hati lega, harganya bener2 lebih murah lho dibandingkan Kinokuniya wkwkwkwk…

Selama di Jakarta, agak2 menahan diri soalnya sudah bakal mengangkut 8 buku titipan misua dkk + 2 buku pelatihan (ternyata jadi 3).. Jadilah ‘hanya’ mengangkut Negeri van Oranje (makasih mb Alaya :D ) + 2 majalah + 2 buku seri 1001, yang sebenarnya bisa dibeli pas di Surabaya.

Itupun sudah membuat tas bertambah berat jadi 9 kg :( mensch…

PEMILU 9 APRIL 2009 April 9, 2009

Posted by Astri in Pemilu.
3 comments

Sudah pada nyontreng belum?? Yang udah dapat Form C4 dateng ke TPS dong dan ikutan nyontreng. Memang caleg yang ada saat ini bukan yang terbaik, tapi kalo kita tidak berpartisipasi berarti kita tetap membiarkan kejelekan berlangsung. Kurangi proporsi kursi partai yang tidak layak di parlemen.

img_1902-1

Saya sudah memilih, bagaimana dengan anda?

Sekilas Ibadah Haji (2) April 8, 2009

Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan.
5 comments

Nyambung tulisan yang sebelumnya tentang Pra Keberangkatan Ibadah Haji, sekarang yang membahas soal di Pesawat Terbang. Yuk, mari terbang bersama….

img_1296

Dari 210.000 Jemaah Haji Indonesia yang berangkat tiap tahun, sebagian besar adalah orang2 yang baru pertama kali naik pesawat. Jadinya bakal ada gegar pesawat kekeke… terutama soal tempat duduk yang sempit, perjalanan yang panjang, suhu pesawat, pemakaian toilet dan berwudhu. Dibahas satu persatu ya…

Tempat Duduk yang Sempit dan Perjalanan yang Panjang

Kombinasi dua hal ini memang bikin badan pegel gak karuan, apalagi kalo badannya tinggi besar. Hanya saja kursi pesawat kelas ekonomi memang demikianlah adanya. Trus bagaimana mengatasi perjalanan 7 – 10 jam agar terasa nyaman?

1.       Tiap 1-2 jam sekali bisa melakukan inflight exercise

2.       Jalan2 ringan di dalam pesawat dimungkinkan selama tidak terbang dalam cuaca yang buruk, dan awak pesawat tidak terganggu tugasnya.

3.       Gunakan waktu yang panjang tersebut untuk istirahat. Karena setelah turun dari pesawat ada kegiatan lain yang menunggu (Arbain bagi gel I yang turun di Madinah, Umroh bagi gel 2, dan Perjalanan ke Madinah bagi gel I yang turun di Jeddah)

Inflight exercise tadi sangat penting terutama bagi penumpang pesawat yang rentan terkena Sindroma Kelas Ekonomi, seperti yang berusia tua, baru saja menjalani operasi tulang, wanita hamil, penderita kanker.

Suhu Pesawat

Suhu dalam pesawat memang cukup dingin dan kering. Buat yang biasa tinggal di daerah panas bisa jadi masalah, atau orang2 yang sudah banyak umurnya. Cara mengatasinya dengan memakai jaket serta kaos kaki. Selimut juga bisa digunakan, silakan hubungi awak pesawat untuk hal ini. Sedangkan untuk kelembaban yang rendah diatasi dengan banyak minum, terutama air putih dan jus buah, minta saja pada awak pesawat. Mereka pasti maklum kalau kita sering2 minta minum. Hindari soda, kopi dan teh yang bersifat diuretik. Sering – sering memakai pelembap tubuh juga sangat membantu, tapi pastikan kemasan yang anda bawa  berukuran kurang dari 100 ml.

Penggunaan Toilet

Buat yang sering naik pesawat atau yang biasa pake toilet kering gak akan nemu masalah soal ini. Tapi kalo jemaahnya datang dari desa, yang taunya WC jongkok atau biasa cebok pake air bergayung – gayung, toilet di pesawat bakal menimbulkan stress tersendiri.

Maka sebaiknya sejak di tanah air pemberitahuan tentang cara pemakaian toilet ini perlu disosialisasikan dalam juga dalam pelatihan manasik haji. Jangan sampai ada yang ngempes pipit atau nahan boker sampai 7 – 10 jam. Bekal tissue basah juga sangat membantu. Apapun jangan sampai menumpahkan air di lantai pesawat, bisa berabe nanti :(

Wudhu

Ilmu soal tayamum bisa dipraktekkan di pesawat, soalnya di dalam pesawat kita gak bisa berwudhu demi alasan keselamatan penerbangan. Monggo tanyakan ke pembimbing ibadah masing2 tentang cara bertayamum ini. Sekalian dengan cara sholat sambil duduk + menjama’ sholat.

img_1301

Intermezzo Maret 18, 2009

Posted by Astri in Baju, Curhat, Daily Life.
4 comments

Baru tahu BBku turun cukup bermakna pas naik taksi dari sebuah Klinik Bersalin di Surabaya.
Supir Taksi: “Eh, ibu, yang di Wa** itu ya?”
Saya: ” Iya, pak”
Supir Taksi: “Selamat ya bu, bayinya dah lahir. Waktu saya dulu nganter ke sini kan masih hamil ya??”
Saya: ……………………………………. (manyun mode: ON)
” Saya belum pernah melahirkan kok, Pak”

Sekilas Ibadah Haji (1) Maret 11, 2009

Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan, Tips.
10 comments

Beberapa waktu yang lewat, saya cukup beruntung bisa menunaikan Rukun Islam yang ke 5 sebagai TKHI. Bener2 gak disangka lho…  Saya aja masih suka gak percaya. Nah, sekarang saatnya bagi2 cerita dan sedikit ‘ganjalan’ soal pelaksanaan Ibadah Haji 1429 H/ 2008 M tapi ini dari sisi Petugas tentang kesiapan para Jemaah Haji Indonesia. Harapannya, bisa menjadi renungan dan bahan persiapan sebelum melaksanakan Ibadah Haji. Kalo mau disanggah juga silakan, toh postingan ini pendapat pribadi yang belum tentu benar 100%.

Kita mulai aja ya…  Supaya mudah, aku bagi menurut etape perjalanan dan mungkin akan dibagi dalam beberapa tulisan, soalnya baaannyyaaaaaak banget yang mau aku ungkapkan di sini.

Sebelum Keberangkatan

  • Menyembunyikan Kondisi Kesehatan
    Masih ada jemaah haji yang menyembunyikan kondisi kesehatannya karena takut tidak diberangkatkan. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan demi kebaikan Jemaah haji tersebut. Kenapa demikian? Pemeriksaan kesehatan ditujukan agar jemaah yang berangkat dalam kondisi kesehatan yang prima dan jika ditemukan penyakit diharapkan dapat disembuhkan atau paling tidak dikendalikan sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji yang bersangkutan.  Siapa sih yang gak pengen ibadahnya lancar jaya? Masak mau ngendon seharian di maktab atau malah Rumah Sakit gara2 gak terbuka dengan kondisi kesehatannya
  • Olahraga Teratur
    Ibadah haji itu ibadah fisik, buat thawaf, sa’I, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah di udara terbuka denga kondisi seadanya, melempar jumrah, mabit di Mina dengan kondisi minim (total 5 malam kita kemping), jalan bolak – balik ke Maktab – Masjid, belanja (eh ini mah gak masuk ibadah haji ya :D ) Makanya hanya diwajibkan buat yang mampu. Buat yang mampu, saya benar2 menyarankan untuk olahraga rutin sebelum berangkat seperti jogging atau jalan cepat, paling gak 4 Km/ hari, berenang atau bersepeda. Kenapa 4 Km? Itu jarak paling dekat yang akan ditempuh kalo thawaf dan sa’I, bisa lebih. Belum kalo harus jalan dari maktab ke mesjid atau paling gak dari maktab – halte bis. Takutnya kalo gak latihan dari tanah air bakalan gempor.
  • Mengatur Haid
    bagi  jemaah haji wanita yang masih subur, soal haid ini bisa jadi masalah. Apalagi kalo jatuhnya di saat2 yang tidak tepat. Bisa2 malah stress sendiri. Solusinya, atur haid paling tidak 3 bulan sebelum berangkat. Pahami betul manasik haji, ketahui kapan saja anda harus dalam keadaan suci. Hal lain yang mempengaruhi pengaturan: anda termasuk gelombang berapa? Kapan anda berangkat dan pulang?  Kapan puncak ibadah haji? Kapan umroh wajib? Kapan Thawaf Ifadhah? Hal2 di atas tadi menentukan jadwal regulasi haid anda, atau malah tidak perlu diatur tetap dengan siklus biasanya. Konsultasikan dengan orang2 yang berkompeten misalnya dokter kandungan atau paling tidak dokter umum, usahakan yang mengerti tentang seluk beluk ibadah haji, biar hasilnya bisa pas. Jangan konsultasi ama tetangga atau tukang sayur bisa buyar nanti…
  • Kurang Istirahat
    Sudah bukan rahasia lagi, kalo para jemaah haji sering bikin acara selamatan sebelum berangkat haji ataupun kalo gak bikin acara khusus tetep aja ada saudara atau tetangga yang datang unjung2. Sebenarnya tujuannya baik sih, hanya saja kalo unjung2nya mepet sebelum kasihan yang mau berangkat istirahatnya jadi kurang. Padahal dia harus masuk embarkasi 24 jam sebelum keberangkatan, belum perjalanan dari kabupaten asal ke asrama haji, sebelumnya ada pelepasan di pendopo kabupaten asal, belum lagi perjalanan di pesawat terbang. Jadi sebaknya kalo mau bikin acara atau mau mendoakan saudara atau tetangga sebelum berangkat lakukan paling tidak 1 minggu sebelum keberangkatan. Oya, tidak disarankan untuk mengunjungi di asrama haji, karena sekali lagi para jemaah ini butuh istirahat sebelum melakukan perjalanan udara antara 7 – 10 jam.
  • Obat – obatan Pribadi
    Banyak jemaah yang tidak membawa obat2an pribadi mereka dengan lengkap, baik dari jenis maupun jumlah. Ada yang tidak mengerti obat apa saja yang mereka miliki (cuma bilang obat dari dokter), jamu dianggap obat, atau menaruh obat dalam tas koper bukan di tas tenteng atau tas paspor. Nah, yang terakhir ini juga banyak kejadian, terutama pada lansia yang berangkat sendirian + barang dipak oleh anaknya, padahal sudah berulang kali diingatkan saat pembekalan jemaah haji untuk tdiak menaruh obat di koper. Untuk orang2 dengan sakit kronis seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung Koroner, TBC, Skizofrenia, dll, penting sekali untuk minum obat secara terus menerus. Mitos minum air zam – zam menyembuhkan segala penyakit kayaknya masih belum dapat dibuktikan. Yang ada malah sakitnya kumat atau malah stroke atau serangan jantung. Suwer, ini bukan nakut2in. Sekali lagi gak pengen kan sudah jauh2 ke Arab Saudi, bayar mahal, ngantri lama tapi waktunya dihabiskan di Rumah Sakit. Kesembuhan memang dari Allah SWT, tapi kita kan perlu ikhtiar sebelum memasrahkan segalanya kepadaNya.
    Oya, ada pesan juga untuk tidak membawa obat golongan Metampiron alias Antalgin. Katanya sih gak boleh masuk Arab Saudi. Cuma aku gak nemu larangan resmi sampai sekarang.

Demikian tulisan babak pertama. Kapan2 disambung lagi…

The Diving Bell and The Butterfly Februari 15, 2009

Posted by Astri in Film.
3 comments

barusan nonton film ini The Diving Bell and the Butterfly atau Le Scaphandre et le Papillon yang mengharukan sekaligus bisa ngeliat layanan kesehatan yang gak hanya mengobati fisik. Tapi juga membantu bisa berkomunikasi kembali bahkan sampai membuat buku walaupun hanya melalui kedipan mata.

Saya gak tau ini karena sistem asuransi kesehatan yang jalan atau Jean Do Bauby emang mampu secara finansial untuk bisa tinggal di RS sedemikian lama dengan fisioterapis, terapis wicara, tanpa ditemenin keluarga, full dirawat ama orang RS… Hehehe, di Indonesia bisa kayak gitu gak ya??