Vietnam, Here I Come :D

Gak disangka gak dinyana, nasib memungkinkan saya menginjakkan kaki ke Vietnam, tepatnya ke kota Ho Chi Minh City (HCMC) yang dulunya terkenal dengan nama Saigon sampai tahun 1975.
Diawali dari ajakan menghadiri sebuah pertemuan di Chiang Mai bersama rekan2 seperjuangan di bidang ASI, mulailah saya merancang rute perjalanan, setelah dihitung-hitung ternyata memungkinkan sekali u/berbelok ke HCMC sebelum pulang ke Indonesia. Alhamdulillah yaa, akhirnya rancangan anggaran perjalanan disetujui o/penyandang dana😀

Kenapa Saigon bukan Hanoi yg ibu kota negara dan secara jarak di peta lebih dekat dengan Chiang Mai. Pertimbangannya rasionalnya adalah akses pulang dan waktu perjalanan sejak saya berangkat menuju Chiang Mai. Pertimbangan sentimentalnya adalah saya sudah akrab dengan segala tentang Saigon, Cu Chi, Da Nang, Caravelle Hotel, Hari Raya Tet melalui buku dan film yang saya baca dan tonton saat masih muda dulu tsaaaaah……
Belum lagi rasa penasaran saya bagaimana sih rupa Saigon setelah perang Vietnam berakhir tahun 1975.

So… Setelah seminggu di Chiang Mai, tibalah saya di Bandara Internasional Tan Son Naht, Saigon, terkaget-kaget dengan bandaranya yang tak kalah bagus dari Bandara Juanda dan lebih besar meskipun terkesan sedikit lebih sepi. Untuk masuk Vietnam sebagai WN Indonesia kita tidak membutuhkan Visa *hal yang membuat iri delegasi dari Meksiko* daaaaan tidak memakai kartu imigrasi *melongo*
Antrian tidak sampai 30 menit dan masuklah saya secara resmi ke Vietnam😀

Di area kedatangan saya menukarkan sisa Baht yang saya punya ke mata uang Dong. Rate-nya hari itu THB 1 = VND 632. Untuk keluar dari bandara saya memutuskan menggunakan taksi, karena mengantuk dan tiba di malam hari menyulitkan orientasi di daerah yang bahasanya tidak saya kuasai. Di sini saya agak kaget, karena untuk pembayaran ongkos taksinya menggunakan dollar AS bukan Dong😀
Ongkos taksi dari bandara ke Bui Vien adalah 9 dolar, sama seperti yang saya baca di berbagai panduan perjalanan ke Saigon.
Perjalanan ke hotel mencapai 40 menit dan kesan yang saya dapatkan adalah… Seperti Surabaya!!!😀 + sedikit lebih semrawut terutama pengendara motornya *tepok jidat*

This entry was published on Januari 2, 2012 at 3:51 am and is filed under Perjalanan. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: