Mari Bicara ASI: Saat Bencana Alam itu Tiba

Pekan ASI Sedunia 2009 baru saja lewat. Temanya: Breastfeeding: A Vital Emergency Response. Are You Ready? Percaya tidak percaya, satu bulan kemudian ternyata kejadian beneran. Gempa Bumi tanggal 2 September 2009 yang berpusat di Tasikmalaya, tapi kerusakannya mengenai Jawa Barat bagian Selatan. Ini waktunya mempraktekkan tema Pekan ASI Sedunia tahun ini.

Gimana sih cara yang tepat memberikan bantuan bencana alam terutama pada bayi – bayi di bawah 1 tahun? Apa mengedrop susu formula? MPASI Instan? Yang semuanya membutuhkan air dan wadah yang bersih atau bahkan steril di situasi yang amat sangat minim segala sesuatunya, bahkan sekedar air buat membasuh setelah membuang hajat?

Lalu apa yang bisa kita lakukan buat bayi-bayi korban bencana alam? Tega amat keliatannya kalo gak ngasih apa-apa.

Selama bayi – bayi tersebut masih menyusu pada ibunya, ternyata kita tidak perlu memberikan bantuan susu formula. Karena ASI tidak perlu diberikan dengan kondisi khusus, siap saji, tidak perlu diseduh ataupun dihangatkan, sehingga bisa diberikan setiap saat setiap waktu oleh ibunya. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan ibu – ibu yang menyusui mendapatkan makanan dengan gizi yang cukup sehingga ibu tersebut bisa memberikan ASI pada bayinya. Bahkan jika sang ibu akhirnya jatuh dalam kondisi gizi kurang pun, ASI yang didapat bayi masih sama kualitasnya dengan ibu dengan gizi baik.

Mengapa susu formula menjadi bantuan yang tidak tepat saat bencana alam? Seperti disebutkan di atas, saat bencana alam, akses terhadap air bersih menjadi sangat2 minim. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian, seperti mandi dan membasuh setelah buang hajat. Mensterilkan botol akan jadi prioritas nomor sekian. Wadah yang kurang bersih akan meningkatkan angka kejadian diare saat bencana alam😦 jadi korban dua kali deh… Hal ini juga terjadi saat gempa bumi di Jogjakarta. Bayi yang mendapat bantuan susu formula, angka kejadian diarenya lebih tinggi dua kali lipat dari bayi yang tidak mendapat susu formula.
Belum lagi karena bantuan terbatas dan tidak merata, si ibu akan berusaha menghemat susu formula yang didapat dengan cara memberikan susu tidak sesuai takaran, hanya asal putih. Tentunya gizi yang diperoleh menjadi tidak optimal, jadilah masalah gizi kurang😦

Kalau kita masih ingin memberi bantuan saat bencana alam, bantuan lain apa yang masih bisa kita berikan?

Pakaian bayi, selimut bayi, kaus kaki, minyak telon, makanan buat ibu, air bersih, tenda, dan terpal bisa menjadi pilihan yang tepat buat membantu para bayi yang tinggal di pengungsian. Memberikan motivasi dan penguatan bagi ibu untuk menyusui di saat bencana terkadang juga diperlukan di tengah serbuan bantuan yang masih belum tepat.

This entry was published on September 19, 2009 at 10:52 pm and is filed under ASI, Bencana Alam, Daily Life, emergency Medicine. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

6 thoughts on “Mari Bicara ASI: Saat Bencana Alam itu Tiba

  1. Semoga para ibu apalagi yang sedang menyusui bayi, mendapat perhatian yang lebih khusus di pengungsian. Semoga para Ibu selalu sehat dan kuat juga mental dan rohaninya.

  2. kata hadist rasul : ibu seharusnya memberikan ASI kepada bayinya selama dua tahun

  3. wah jadi minder nek comment disini………. salam kenal aj y bos……………

  4. Terima kasih infonya. sangat bermandfaat.🙂

  5. Itulah yang sering dilupakan mam orang2.. udah gitu masih bnyk lagi yg mau mencari keuntungan sendiri.

  6. bagaimana cara mengatasi bayi yg tidak mau minum asi formula,,,padahal si ibu tidak dapat menusui si bayi karena penyakit si ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: