A New Fighter

I’m back…

Sudah 2 bulan ini saya menghilang dari jagad weblog, sekarang waktunya untuk kembali meramaikan dunia maya

Hmmm, kenapa saya menghilang? Ada 2 hal: Saya kena demam Facebook dan segala microblogging lainnya, apalagi setelah punya TSel Flash Unlimited😀 yang kedua, saya mulai belajar lagi hehehe… Meskipun bukan sekolah spesialis seperti yang sering ditanyakan orang2 pada saya.

Panjang banget ceritanya, tapi intinya tersadar setelah serangkaian peristiwa yang membuat saya terhenyak, anak dari teman sejawat yang meninggal dunia karena tersedak saat minum dari dot… Hiks.. Hiks… Trus, saya tau ASI penting dan merupakan hak bayi, tapi saya gak tau bagaimana cara membantu para bayi ini mendapatkan ASI yang menjadi haknya. Gimana cara memberikan ASI dan tetap eksklusif meskipun ibunya bekerja. Nol besar pengetahuan saya untuk itu. Waktu sekolah dokter cuma diajari, ASI Eksklusif sekarang dari 4 bulan jadi 6 bulan yaaa… Kalo ditanya pas ujian jawabnya itu. Apalagi saya sendiri belum pernah melahirkan🙂 apalagi menyusui.

Jadilah saya membulatkan tekad untuk belajar sebanyak mungkin tentang ASI yang mulai ditinggalkan karena ketidaktahuan banyak pihak termasuk para tenaga kesehatan yang seharusnya memfasilitasi para ibu menjalankan kewajibannya memberikan ASI pada setiap anak yang dilahirkannya dan tidak semudah itu memberikan susu formula.

Alhamdulillah dalam proses belajar ini, saya merasa banyak diberi kemudahan olehNya, bisa menjalin silaturahim dengan teman2 baru, dan yang paling utama dukungan penuh dari suami tercinta🙂 Bener2 sebuah doa yang terjawab dari kebimbanganku selama ini.. Cieeee…

So, here I am.. A New Breastmilk Fighter, Eager to Learn and to Help Mothers and Babies in Need. Care to Join Me?

This entry was published on Juli 9, 2009 at 1:36 am and is filed under ASI, Curhat, Daily Life. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

11 thoughts on “A New Fighter

  1. Omong2 soal telkom flash, udah 3 hari trouble rekkk..
    Bikin blog khusus buat Breast feeding mother ajah😛

  2. wahh selamat kembali laghi. Tetap semangad walaupun masih belajar yak.🙂

  3. wah salut nih bu, mau jadi pejuang ASI walopun belom pernah menyusui.
    sedikit share aja, masalah ASI tuh ternyata sangat kompleks karna bayi saya sendiri minum sufor dari lahir sampai sekarang dah 5 bln lebih, bukannya sengaja lho, tapi karna ASI saya emang gak keluar.
    sekarang ini saya lagi dalam proses utk usaha relaktasi
    mrt pengalaman waktu melahirkan, saya ngerasa pihak rs, dokter & perawat2nya, gak membantu, padahal saya udah berkali-kali tanya kenapa ASI belom keluar juga, bahkan sampai dihari ketiga saya pulang dari rs, pdhl di rs itu ditempelin poster2 IMD dan ASIX yang lumayan banyak. waktu melahirkan pun saya gak dibantu buat IMD.
    jadi mrt saya, kampanye ASI jangan hanya ditujukan sama ibu2 nya aja, tapi justru yang gak kalah penting tenaga kesehatan juga.
    krn saya ngerasa, selaen lembaga2 swadaya peduli ASI semacam jakarta breastfeeding center or sentra laktasi indonesia, dokter2, bidan & perawat yang berhungan sama ibu & anak, masih banyak yang kurang peduli.
    maaf bu klo kurang berkenan, cuma menyampaikan pendapat aja.
    salam kenal🙂

  4. Hai Mbak Ruri,
    salam kenal🙂 memang ironis, tenaga kesehatan yang seharusnya membantu malah tidak berbuat apa2. Tapi percaya deh, sudah mulai banyak yang peduli dan mau melakukan perubahan.
    Salah satu caranya dalah dengan membuat konsumen kesehatan lebih aware dan membuat posisi tawar mereka lebih tinggi, sehingga provider layanan kesehatan yang tidak dapat memenuhi harapan konsumen pun lambat laun harus menyesuaikan.
    Semoga mb Ruri sukses dengan relaktasinya🙂

  5. ciao mba Astri… may Allah always be with you.
    Beneran loh perkara pentingnya ASI ini memang mesti dan penting banget untuk disebarluaskan manfaatnya.
    mmmm, berdasarkan pengalaman pribadi sih, its not easy (indeed) untuk memulai pemberian ASI ke baby. Ya udah sakit setengah mati kalo pas lecet, perlekatan bayi juga butuh waktu untuk bisa melekat sempurna, mentally exhausted.
    belom lagi musti wajib bangun malem kalo baby-nya lapar…
    well, its never been easy….. itu juga perlu diketahui oleh newly mom. supaya ga patah arang begitu menghadapi kendala2.

  6. Hai Gin…
    Thx ya udah mampir dan berbagi. Ini cuma dugaan aja, perlekatan awal agak susah mungkin karena sempat dapet dot waktu di RS?
    Mungkin kalo Aksara dapet adek lagi bisa dicoba IMD n rawat gabung kali ya🙂

  7. ade lagi? No way Jose! wakakaka…ga papa yg penting sekarang udah jago mimik ASI ko Aksara…. dan menggenduut. hihi

  8. semangat ya, dok!
    alhamdulillaah putra saya (4Dto4M) masih ASIX
    walaupun RS tempat saya melahirkan sama dengan yang mbak ruri ceritakan, banyak jargon dan kelihatannya pro-ASI tetapi tenaga” medisnya minim pengetahuan tentang ASI hiks..
    makanya seneng nemu tenaga medis yang mau berubah demi kebaikan🙂

  9. bu,sedikit curhat,waktu itu saya mekahirkan anak pertama,asi yg keluar sedikit coklat,agak butek warnanya,kata suster d rmh sakit ini mah bercampur darah,jadi we saya hentikan,bagaimana ini ya,kok bisa??mohon bantuannya dan pendapatnya,haturnuhun

  10. TS. Astri,

    Wah sudah lama saya tidak berkunjung.
    Met ber-FB ria.
    Akibat promosi susu formula banyak laum ibu yang lebih senang memberikan susu sapi ke pada bayi mereka. Kasihan ya anak-anak kita, diberi susu sapi.

  11. Dr Astri,
    saya sangat concern dengan pemberian ASIX. Saya saat ini punya bayi 7 bulan dan telah berhasil memberikan ASIX 6 bulan. Demikian juga dengan anak ke2 saya, saya mampu melewati ASIX nya. Anak pertama ASIX nya hanya 4 bulan, lalu mulai MPASI.

    Dok,
    saya ingin terlibat lebih jauh membantu para ibu yg butuh info2 tentang ASI. Saat ini orang2 terdekat yg tau saya begitu concern dengan ASIX pasti bertanya pada saya. Saya bahkan sampai mengajarkan mereka bagaimana manajemen ASI, bagaimana memerah ASI dengan tangan, dan memotivasi mereka lebih lagi tentang ASI karena tidak sedikit yg stress dan putus asa duluan.

    Saat ini saya juga mendonorkan ASI saya, dok.
    Saya punya 6 anak persusuan (sejak anak ke2).

    Saya ibu bekerja, 9-5 bekerja di kantoran, tetap memerah buat sang buah hati…:)

    saya bersedia membantu dok….saya bersedia sharing dengan dokter pengalaman2 saja…
    Thanks in advance…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: