Sekilas Ibadah Haji (2)

Nyambung tulisan yang sebelumnya tentang Pra Keberangkatan Ibadah Haji, sekarang yang membahas soal di Pesawat Terbang. Yuk, mari terbang bersama….

img_1296

Dari 210.000 Jemaah Haji Indonesia yang berangkat tiap tahun, sebagian besar adalah orang2 yang baru pertama kali naik pesawat. Jadinya bakal ada gegar pesawat kekeke… terutama soal tempat duduk yang sempit, perjalanan yang panjang, suhu pesawat, pemakaian toilet dan berwudhu. Dibahas satu persatu ya…

Tempat Duduk yang Sempit dan Perjalanan yang Panjang

Kombinasi dua hal ini memang bikin badan pegel gak karuan, apalagi kalo badannya tinggi besar. Hanya saja kursi pesawat kelas ekonomi memang demikianlah adanya. Trus bagaimana mengatasi perjalanan 7 – 10 jam agar terasa nyaman?

1.       Tiap 1-2 jam sekali bisa melakukan inflight exercise

2.       Jalan2 ringan di dalam pesawat dimungkinkan selama tidak terbang dalam cuaca yang buruk, dan awak pesawat tidak terganggu tugasnya.

3.       Gunakan waktu yang panjang tersebut untuk istirahat. Karena setelah turun dari pesawat ada kegiatan lain yang menunggu (Arbain bagi gel I yang turun di Madinah, Umroh bagi gel 2, dan Perjalanan ke Madinah bagi gel I yang turun di Jeddah)

Inflight exercise tadi sangat penting terutama bagi penumpang pesawat yang rentan terkena Sindroma Kelas Ekonomi, seperti yang berusia tua, baru saja menjalani operasi tulang, wanita hamil, penderita kanker.

Suhu Pesawat

Suhu dalam pesawat memang cukup dingin dan kering. Buat yang biasa tinggal di daerah panas bisa jadi masalah, atau orang2 yang sudah banyak umurnya. Cara mengatasinya dengan memakai jaket serta kaos kaki. Selimut juga bisa digunakan, silakan hubungi awak pesawat untuk hal ini. Sedangkan untuk kelembaban yang rendah diatasi dengan banyak minum, terutama air putih dan jus buah, minta saja pada awak pesawat. Mereka pasti maklum kalau kita sering2 minta minum. Hindari soda, kopi dan teh yang bersifat diuretik. Sering – sering memakai pelembap tubuh juga sangat membantu, tapi pastikan kemasan yang anda bawa  berukuran kurang dari 100 ml.

Penggunaan Toilet

Buat yang sering naik pesawat atau yang biasa pake toilet kering gak akan nemu masalah soal ini. Tapi kalo jemaahnya datang dari desa, yang taunya WC jongkok atau biasa cebok pake air bergayung – gayung, toilet di pesawat bakal menimbulkan stress tersendiri.

Maka sebaiknya sejak di tanah air pemberitahuan tentang cara pemakaian toilet ini perlu disosialisasikan dalam juga dalam pelatihan manasik haji. Jangan sampai ada yang ngempes pipit atau nahan boker sampai 7 – 10 jam. Bekal tissue basah juga sangat membantu. Apapun jangan sampai menumpahkan air di lantai pesawat, bisa berabe nanti😦

Wudhu

Ilmu soal tayamum bisa dipraktekkan di pesawat, soalnya di dalam pesawat kita gak bisa berwudhu demi alasan keselamatan penerbangan. Monggo tanyakan ke pembimbing ibadah masing2 tentang cara bertayamum ini. Sekalian dengan cara sholat sambil duduk + menjama’ sholat.

img_1301

This entry was published on April 8, 2009 at 1:45 am and is filed under Haji & Umroh, Perjalanan. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

5 thoughts on “Sekilas Ibadah Haji (2)

  1. dadi pengen naik hajinya

  2. makan & minum banyak2. lha wong pramugarinya juga sering nawari makanan & minuman, hehe😀

    kalo pas nggak makan, paling ya nonton film apapun yg ditayangkan (tergantung penerbangannya sih), ato dipuas2kan istirahat/tidur. soale begitu keluar pesawat, prosesi ibadah + iklim gurun banyak makan resource fisik.

  3. @Luxsman
    Amiin… Moga2 ndang bisa berangkat haji
    @Fahmi
    Kalo di pesawat haji gak bisa makan banyak. cuma dapat 2x makan besar ama snack yang dibagi menjelang turun. Minuman juga gak sering beredar, cuma boleh rajin minta.
    Film? Gak ada, cuma gambar pesawat sekarang dah nyampe mana.

  4. Nunung FEUII on said:

    Salam kenal mbak, Saya nunung dosen FE UII Yogyakarta
    Terimakasih atas infonya…. Insyaallah saya dan suami akan berangkat juga ke tanah suci tahun ini (27 Oktober 2009). Jadi beberapa informasi terkait dengan persiapan keberangkaan menjadi sangat penting. Kalau boleh tahu…. “map-nya mudah dibaca kagak ya mbak?…. ; dan beli di Gramedia ya?”

    Kok info soal pilhan handpone yang dibawa dan kartunya gak ada. Dan boleh gak minta “kontaknya”, siapa tahu bisa ketemu disana untuk silaturrahmi. Any way, thanks a lot….Salam

  5. walah bener juga tuh!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: