Sekilas Ibadah Haji (1)

Beberapa waktu yang lewat, saya cukup beruntung bisa menunaikan Rukun Islam yang ke 5 sebagai TKHI. Bener2 gak disangka lho…  Saya aja masih suka gak percaya. Nah, sekarang saatnya bagi2 cerita dan sedikit ‘ganjalan’ soal pelaksanaan Ibadah Haji 1429 H/ 2008 M tapi ini dari sisi Petugas tentang kesiapan para Jemaah Haji Indonesia. Harapannya, bisa menjadi renungan dan bahan persiapan sebelum melaksanakan Ibadah Haji. Kalo mau disanggah juga silakan, toh postingan ini pendapat pribadi yang belum tentu benar 100%.

Kita mulai aja ya…  Supaya mudah, aku bagi menurut etape perjalanan dan mungkin akan dibagi dalam beberapa tulisan, soalnya baaannyyaaaaaak banget yang mau aku ungkapkan di sini.

Sebelum Keberangkatan

  • Menyembunyikan Kondisi Kesehatan
    Masih ada jemaah haji yang menyembunyikan kondisi kesehatannya karena takut tidak diberangkatkan. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan demi kebaikan Jemaah haji tersebut. Kenapa demikian? Pemeriksaan kesehatan ditujukan agar jemaah yang berangkat dalam kondisi kesehatan yang prima dan jika ditemukan penyakit diharapkan dapat disembuhkan atau paling tidak dikendalikan sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji yang bersangkutan.  Siapa sih yang gak pengen ibadahnya lancar jaya? Masak mau ngendon seharian di maktab atau malah Rumah Sakit gara2 gak terbuka dengan kondisi kesehatannya
  • Olahraga Teratur
    Ibadah haji itu ibadah fisik, buat thawaf, sa’I, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah di udara terbuka denga kondisi seadanya, melempar jumrah, mabit di Mina dengan kondisi minim (total 5 malam kita kemping), jalan bolak – balik ke Maktab – Masjid, belanja (eh ini mah gak masuk ibadah haji ya😀 ) Makanya hanya diwajibkan buat yang mampu. Buat yang mampu, saya benar2 menyarankan untuk olahraga rutin sebelum berangkat seperti jogging atau jalan cepat, paling gak 4 Km/ hari, berenang atau bersepeda. Kenapa 4 Km? Itu jarak paling dekat yang akan ditempuh kalo thawaf dan sa’I, bisa lebih. Belum kalo harus jalan dari maktab ke mesjid atau paling gak dari maktab – halte bis. Takutnya kalo gak latihan dari tanah air bakalan gempor.
  • Mengatur Haid
    bagi  jemaah haji wanita yang masih subur, soal haid ini bisa jadi masalah. Apalagi kalo jatuhnya di saat2 yang tidak tepat. Bisa2 malah stress sendiri. Solusinya, atur haid paling tidak 3 bulan sebelum berangkat. Pahami betul manasik haji, ketahui kapan saja anda harus dalam keadaan suci. Hal lain yang mempengaruhi pengaturan: anda termasuk gelombang berapa? Kapan anda berangkat dan pulang?  Kapan puncak ibadah haji? Kapan umroh wajib? Kapan Thawaf Ifadhah? Hal2 di atas tadi menentukan jadwal regulasi haid anda, atau malah tidak perlu diatur tetap dengan siklus biasanya. Konsultasikan dengan orang2 yang berkompeten misalnya dokter kandungan atau paling tidak dokter umum, usahakan yang mengerti tentang seluk beluk ibadah haji, biar hasilnya bisa pas. Jangan konsultasi ama tetangga atau tukang sayur bisa buyar nanti…
  • Kurang Istirahat
    Sudah bukan rahasia lagi, kalo para jemaah haji sering bikin acara selamatan sebelum berangkat haji ataupun kalo gak bikin acara khusus tetep aja ada saudara atau tetangga yang datang unjung2. Sebenarnya tujuannya baik sih, hanya saja kalo unjung2nya mepet sebelum kasihan yang mau berangkat istirahatnya jadi kurang. Padahal dia harus masuk embarkasi 24 jam sebelum keberangkatan, belum perjalanan dari kabupaten asal ke asrama haji, sebelumnya ada pelepasan di pendopo kabupaten asal, belum lagi perjalanan di pesawat terbang. Jadi sebaknya kalo mau bikin acara atau mau mendoakan saudara atau tetangga sebelum berangkat lakukan paling tidak 1 minggu sebelum keberangkatan. Oya, tidak disarankan untuk mengunjungi di asrama haji, karena sekali lagi para jemaah ini butuh istirahat sebelum melakukan perjalanan udara antara 7 – 10 jam.
  • Obat – obatan Pribadi
    Banyak jemaah yang tidak membawa obat2an pribadi mereka dengan lengkap, baik dari jenis maupun jumlah. Ada yang tidak mengerti obat apa saja yang mereka miliki (cuma bilang obat dari dokter), jamu dianggap obat, atau menaruh obat dalam tas koper bukan di tas tenteng atau tas paspor. Nah, yang terakhir ini juga banyak kejadian, terutama pada lansia yang berangkat sendirian + barang dipak oleh anaknya, padahal sudah berulang kali diingatkan saat pembekalan jemaah haji untuk tdiak menaruh obat di koper. Untuk orang2 dengan sakit kronis seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung Koroner, TBC, Skizofrenia, dll, penting sekali untuk minum obat secara terus menerus. Mitos minum air zam – zam menyembuhkan segala penyakit kayaknya masih belum dapat dibuktikan. Yang ada malah sakitnya kumat atau malah stroke atau serangan jantung. Suwer, ini bukan nakut2in. Sekali lagi gak pengen kan sudah jauh2 ke Arab Saudi, bayar mahal, ngantri lama tapi waktunya dihabiskan di Rumah Sakit. Kesembuhan memang dari Allah SWT, tapi kita kan perlu ikhtiar sebelum memasrahkan segalanya kepadaNya.
    Oya, ada pesan juga untuk tidak membawa obat golongan Metampiron alias Antalgin. Katanya sih gak boleh masuk Arab Saudi. Cuma aku gak nemu larangan resmi sampai sekarang.

Demikian tulisan babak pertama. Kapan2 disambung lagi…

This entry was published on Maret 11, 2009 at 2:31 am and is filed under Haji & Umroh, Perjalanan, Tips. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

10 thoughts on “Sekilas Ibadah Haji (1)

  1. Waduh… panjang bener ya???

  2. iya nieh, saya jadi ga sempet baca, kepanjangan hehehe…….
    lam kenal ja,

    tapi ngomong2 masalah haji. saya ada satu pertanyaan, semoga dijawab ya?
    kenapa umat islam yang melakukan ibadah haji khususnya indonesia, mereka mendapat title atau gelar Haji, padahal antara haji, sholat, zakat, de-ele-l merupakan rukun islam.

  3. Saya juga nggak tau… Mungkin karena ibadah haji dianggap ibadah yang berat, jauh (harus naik kapal 3 bulan) jadi ada penghargaaan khusus bagi orang2 yang telah menjalaninya.
    Padahal secara nalar kan sama aja dengan 4 Rukun Islam yang sebelumnya.

  4. hooo… akhire muncul lah ini posting haji, wes tak tunggu sejak kapan hari😀

  5. Segini masa panjang sih ?? enggak ah … eh kurang fotonya :p

  6. Ping-balik: Islam 101: Islam, Imaan, Ihsan | IslamLecture

  7. Asalnya sudah masuk yang bagian pesawat tapi akhirnya aku potong. Masuk ke bagian berikutnya

  8. ditunggu curhat berikutnya aja deh .. sampe lengkap dulu .. kalo saya serasa dijadikan montir serba bisa mba, apa-apa ditanyain sama jama’ah ..🙂
    Ada yang minta benerin hape, mbenerin listrik di kamarnya, lampu, handel pintu, *halaaah* belum terkadang harus jadi tim SAR juga .. tapi jadi kangen ingin kembali ..

  9. Assalamuálaikum. Pengalaman yang bagus. Tapi maaf ya…tentang air zam-zam itu memang tidak serta merta sakit seseorang itu sembuh tergantung kekuatan iman dan keyakinan serta kemantapan dari seseorang juga. Tapi tetap saja air Zam-Zam nomor satu di dunia dan tak ada bandingannya. Yang jelas minumnya aja dah dpt pahala jika kita niatkan karena mengikuti sunnah Nabi.

  10. @Abu Shofiyah Rashid
    Soal pahala, oke lah… tapi kalo jadi obat, hmmm…. nanti dulu deh. Masih belum ada bukti yang kuat. Teman sekamar yang batuknya bareng dan selalu minum air zamzam, sembuhnya tidak secepat yang hanya minum obat dan minum segala macam cairan dalam jumlah yang banyak.
    Ukuran sembuhnya kan hanya berdasar perasaan saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: