The Diving Bell and The Butterfly

barusan nonton film ini The Diving Bell and the Butterfly atau Le Scaphandre et le Papillon yang mengharukan sekaligus bisa ngeliat layanan kesehatan yang gak hanya mengobati fisik. Tapi juga membantu bisa berkomunikasi kembali bahkan sampai membuat buku walaupun hanya melalui kedipan mata.

Saya gak tau ini karena sistem asuransi kesehatan yang jalan atau Jean Do Bauby emang mampu secara finansial untuk bisa tinggal di RS sedemikian lama dengan fisioterapis, terapis wicara, tanpa ditemenin keluarga, full dirawat ama orang RS… Hehehe, di Indonesia bisa kayak gitu gak ya??

This entry was published on Februari 15, 2009 at 9:58 pm and is filed under Film. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

3 thoughts on “The Diving Bell and The Butterfly

  1. mana ada…..
    yang ada orang2 pada lari ke Ponari
    gara2 layanan medis yg buruk
    hiks
    hiks

  2. hehehe
    pertamax yo???😀

  3. arek darjo on said:

    Ada kabar baru telah diproduksi PONARI SWEAT minuman baru dengan rasa 100% lokal, lebih berasa dg batu ajaib,dan asli kobokan tangan PONARI, Sangat ampuh, Manjur, Mujarab mengobati segala penyakit……… He>>He

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: