The Kite Runner

Kalau ada film yang bisa saya jagokan buat ditonton saat ini, maka The Kite Runner adalah pilihannya. Film ini disutradarai oleh Marc Foster dan diangkat dari buku yang berjudul sama yang ditulis oleh Khaled Hosseini, imigran dari Afghanistan yang sekarang berprofesi sebagai dokter.

 

Film yang sebagian besar mengambil latar di Afghanistan ini mengisahkan banyak hal mulai dari persahabatan, keberanian untuk berpendapat dan membela yang benar, dendam, pengkhianatan, diskriminasi dan tidak lupa soal perang, sejarah, dan budaya di Afghanistan baik pada masa damai sampai masa Taliban.

Untuk film yang diadaptasi dari buku, saya patut mengacungkan jempol buat Marc Foster karena berhasil menyajikannya seindah di buku meskipun telah dipersingkat dan ada beberapa detil yang hilang yang membuat film ini menjadi lebih menyenangkan untuk dilihat. Adegan2 yang munculpun tanpa tedeng aling – aling. Saya tidak menyangka adegan Aseef ‘mengerjai’ Hassan, hukum rajam di  depan umum tetap dimunculkan apa adanya, demikian juga saat Sohrab menyelamatkan Amir dari Aseef dengan ketapelnya, benar2 seperti David melawan Goliath.
Yang berbau – bau budaya juga ada, saat Amir dan Soraya berbicara berdua setelah ayahnya melamarkan untuk Amir. Ibu Soraya tetap mengikuti di belakang dari jarak tertentu, dengan maksud  menggantikan tugas setan sebagai orang ketiga😀 Terus acara saling melihat ke cermin setelah akad nikah juga tetap ditampilkan sebagai salah satu bagian dari upacara pernikahan ala Afghanistan.

Waduh kok jadi spoiler ya? Ah, kalo dah baca bukunya nggak kok… asli persis🙂 Tinggal perlu liat visualisasinya aja di film biar lebih ada bayangan tentang bagaimana Afghanistan, dulu dan sekarang. Atau kalo malas baca bukunya, filmnya juga asyik banget buat dinikmati. Sayang belum diputar di bioskop.

Btw, kalo nonton jangan yang VCD atau DVD Bajakan ya… Bulan Puasa kok mencuri hak orang lain🙂 Peace!!!

UPDATED (karena komentar yang masuk):

Ajakan buat nonon VCD atau DVD yang asli ini berlaku juga di luar bulan Ramadhan lho ya. Peace lagi deh

This entry was published on September 26, 2008 at 12:43 pm and is filed under Film. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

8 thoughts on “The Kite Runner

  1. Berarti kalo gak bulan puasa boleh liat yang bajakan mbak ?? ;;)

  2. Gak mutu ah nanyanya😛

  3. wakaaakakakakak
    tapi itu betul lho pertanyaannya mbak Fenty…simple but nonjok…hi.hi..
    Wajib Nonton aku film ini!

  4. Kayaknya postingan ini perlu diedit nih😦

  5. Ping-balik: Pages tagged "the kite runner"

  6. Akuurr.. dah nontonjuga, quite inspiring.. layak direkomendasikan!

  7. setuju mbak… filmnya memang bagus (buat pencinta drama) tapi kalo orang yang biasa nonton sinetron kayaknya ndak ada bagus-bagusnya hehehe…

    oh ya mbak ada lho yang bagus lagi judulnya “INTO THE WILD” itu diangkat dari kisah nyata yang terjadi tahun 1992… ndak kalah bagus dengan The Kite Runner

  8. the.light.bearer on said:

    aku nonton film ini tiga kali, mbak… setelah baca bukunya. bener, film ini salah satu adaptasi novel yang baik, bisa mengemasnya dalam durasi film normal tanpa mengurangi emosi dan jiwa ceritanya. ada satu detail yang ketinggalan padahal sangat penting dan simbolis, tapi… ketapel shorab untuk mata asef itu adalah finishing touch-nya hassan ketika mengancam mau mengetapel asef dan bilang, something like “namamu akan jadi asef si mata satu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: