Bekal Haji (dan Umroh juga)

Di antara sekian banyak hal yang saya persiapkan untuk berangkat ke Baitullah pada musim haji yang akan datang, yang paling saya tunggu2 akhirnya datang juga😀 Peta Mekkah n Madinah dari Fahmi yang barusan pulang umroh beberapa hari yang lalu.

Pasti banyak yang heran kok malah siap2 peta? Kok gak siap2 manasik atau baca2 buku tentang haji? Gini ceritanya.. karena saya berangkat sebagai petugas kesehatan, tentunya pengenalan medan perlu dong.. Apalagi kalo sampai harus merujuk pasien (duh moga2 yang sekloter ama aku sehat semua) harus tau mana yang terdekat dan kalo perlu tau fasilitasnya selengkap apa dan sesuai nggak dengan kegawatan pasien yang akan dikirim.

Makanya seneng banget pas tadi siang ketemu Fahmi n dia bawain peta2 itu… walaupun agak KO juga ama peta yang Madinah karena full bahasa Arab. Untung ada mertua yang bakal ketiban tugas menterjemahkan😀 Kalo peta yang Mekkah oke punya tuh, soalnya ada indeks daftar RS, Toko Buku, Restoran (dengan ejaan Rablish= Arab-English; halah ngarang dhewe), dilengkapi juga Peta Arafah dan Mina yang disertai legenda lokasi perkemahan jemaah Asia Tenggara…Yippy… Makasih banget lho, Mi…

Meskipun ada peta, gak membuat saya pede jalan2 di sana sendirian, gak kayak kalo di Indonesia. Bagaimanapun, adat istiadat di tempat yang akan kita kunjungi harus kita junjung. Apalagi kalo demi keamanan kita selama berada di sana.

Sekalian juga mau share bahan bacaan yang asyik buat teman2 yang akan menunaikan ibadah umroh atau syukur haji dalam waktu dekat:

  • Menjadi Manusia Haji oleh Ali Syariati (Jalasutra). Aslinya buku ini berjudul Haji, tetapi di Indonesia diterjemahkan oleh banyak penerbit dengan berbagai macam judul, diantaranya: Makna Haji (Pustaka Zahra)
  • Menjawab Masalah Haji, Umrah & Qurban oleh Yusuf Qardhawi (Embun Publishing).
  • Do’a oleh Miftah Farid
  • Panduan Ibadah Haji bagi Perempuan oleh Brilyantini (Hikmah)
  • Oman, UAE & Arabian Peninsula (Lonely Planet)
  • Modul – Modul Pelatihan bagi Petugas Haji yang menyertai Kloter (Depag) –> yang terakhir ini khusus buat saya🙂

Oya, selain itu mau share juga soal vaksin Meningitis yang merupakan syarat pengurusan Visa untuk masuk Arab Saudi. Beberapa waktu terakhir ini vaksin tersebut susah banget dicari di mana2, incl saya dan suami yang sudah mengontak produsennya. Ternyata vaksin tersebut menghilang karena gagal panen (kayak tenaman aja, tapi bener lho… kan vaksin itu dibiakkan). So, kalo ada teman2 yang dalam beberapa bulan mendatang sampai 2 tahun ke depan ada rencana umroh atau malah berhaji, sebaiknya proaktif cari vaksin itu duluan deh, jangan ngandalin travel.

Kenapa saya menyarankan hal di atas? Karena perlindungan vaksin itu memiliki waktu yaitu 10 hari sampai 3 tahun, sehingga kalo divaksinnya satu hari sebelum berangkat ya manfaatnya gak maksimal. Kebalikannya kalo kita vaksin sampai 2 tahun sebelum tanggal keberangkatan, sertifikat vaksinnya masih bisa diterima. Denger2 sih bulan2 September – Oktober vaksinnya dah ada lagi.

Sedangkan buat manasik, ada banyak tempat untuk belajar. Bisa di KBIH atau buat yang terdaftar sebagai Jemaah Calon Haji biaya yang dibayarkan termasuk dapat manasik 14 kali di tingkat kecamatan dan kabupaten/ kota.

Moga2 bisa berguna bagi teman2 sekalian🙂

This entry was published on Agustus 28, 2008 at 11:04 am and is filed under Buku, Haji & Umroh, Perjalanan. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

9 thoughts on “Bekal Haji (dan Umroh juga)

  1. Ooo, jadi ini petanya😀

  2. Yup.. Lumayan jadi gak buta arah. Skealigus takjub ternyata Mekkah itu gede banget

  3. hahaaa… itu buku lonely planet penting juga ya?😀

  4. memangnya ada lonely planetnya juga?
    eh kok ada peta diriku? peta Mina, hihihi….

  5. @fahmi!
    penting lah mi… jadwal haji sampai 5 tahun ke depan, musimnya apa, warnet gak boleh dimasukin cewek, conersation ringan bahasa arab, dsbnya

    @mina
    Ada dong🙂 dapetnya di Periplus Cengkareng. Mau pinjem kalo jadi TKHI tahun depan?

  6. Wah, tahun berapa ya saya akan naik haji?

  7. hiyyaaahh…

    dirimu ini beruntung sekali, dengan menjadi dokter bisa naik helikopter nonton konser musik dari atas, bisa ke tanah suci, dll.

  8. @Edi Psw
    tak dungakno ndang budhal pak😀

    @ndutyke
    seperti kata fahmi, be careful with what you wish for….
    semua ini impian yang menjadi kenyataan🙂

  9. Yang pengen bekal untuk niat ke tanah suci klik aza http://hajidanumroh.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: