Anamnesis ala Bengkulu

Istilah2 ini saya temukan saat memeriksa pasien di Bengkulu. Menunjukkan keanekaragaman budaya, bahasa, di Indonesia. Kapan ya, bisa ke seluruh penjuru Indonesia?? Kayaknya rencana backpacking keliling ASEAN perlu ditunda dulu deh paling gak sampai liat Festival Tabot🙂

Salemo = Flu
Bocor = Mencret
Mising = Mencret
Geligato = Biduran, Kaligata

Trus apalagi ya??? Kayaknya masih banyak deh… Yang unik, walau kadang agak mangkelno, saat dijelaaskan cara minum obat mana yang sebelum makan, mana yang sesudah makan, mereka akan menanyakan lagi, “jadi boleh dicampur tidak?” atau “serempak?” Waduh perasaan kalo dijelasin sebelum dan sesudah makan kan berarti tidak boleh serempak. Jadilah yang bagi obat diajari teknik baru membagi obat yaitu pakai kata serempak atau tidak serempak😀

This entry was published on September 22, 2007 at 10:07 am and is filed under Bencana Alam, Bengkulu, Daily Life, Perjalanan. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Anamnesis ala Bengkulu

  1. Welcome back dok… kok cepet banget pulangnya. Bukber yuk sambil buka oleh-oleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: