Weekend di Tanjung Kodok

Akhir pekan yang baru lewat ini, saya sekeluarga menghabiskannya di daerah Tanjung Kodok, yang terletak sekitar 80 km Barat Laut Surabaya ke arah Tuban dan masuk wilayah Kab. Lamongan, ditempuh selama 2 jam menggunakan kendaraan pribadi dari Waru, Sidoarjo.

Tanjung Kodok saat ini masuk dalam kompleks Wisata Bahari Lamongan (WBL), di seberangnya terdapat Gua Maharani yang pada saat ini sedang direnovasi. Dengar2 mau dibuat kereta gantung untuk menghubungkan WBL dengan Gua Maharani.

Pertama kali datang, kami langsung menuju Tanjung Kodok Beach Resort yang bersebelahan dengan WBL karena kami datang menjelang jam tutup WBL.
Resort yang semua kamarnya memiliki balkon menghadap ke laut ini tampak cantik dengan bangunan bergaya modern, bercat putih bersih, tanpa lift dan memanfaatkan lantai – lantai yang dibuat miring dan beberapa buah anak tangga untuk memudahkan naik turun antar lantai, dan percaya deh, gak capek, naik turunnya.

 

Sambil berisitrahat, kami menikmati pemandangan sore di atas balkon sambil menanti matahari terbenam.
Oya, sebagai informasi, Tanjung Kodok adalah salah satu dari sekian tempat di Indonesia yang digunakan untuk menentukan datangnya 1 Ramadhan dan 1 Syawal secara rukyat dengan cara melihat hilal (penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di sini)

 

 

Perut mulai terasa keroncongan nih setelah sholat maghrib, maka kami pun menuju tempat makan malam yang saat akhir pekan termasuk tarif kamar. Menu malam ini nasi putih, mie ayam, sapi lada hitam, udang dan ikan bakar, trus apa lagi ya?? Gak terlalu inget soalnya gelap (kami makan di luar gedung), yang jelas udang bakarnya enaaaaaaaaak banget, dagingnya masih terasa manis, bumbunya agak kalah oleh manisnya udang. Sedangkan ikannya saya gak berani makan😦 gak tega ngeliatnya saat mereka dibakar 😦 yang istimewa dari makan malam ini adalah dessertnya yaitu es dawet siwalan. Siwalan dipotong kotak2 kecil, dan menggunakan kuah santan encer + gula yang tidak terlalu manis. Rasanya menyegarkan di tengah udara malam yang hangat.

Besok paginya saya gak ikut acara senam pagi, masih enak cium bau bantal, tapi kemudian ditelpon untuk turun sarapan. Pas sarapan ini agak ilfil, karena menunya terlalu berat, mirip banget dengan menu makan semalam, minus ikan dan udang bakar, dan sapi lada hitam. Mana mie ayamnya agak bau lagi 😦 asli gak berselera. Jadilah saya Cuma makan nasi goreng jawa yang agak pedes. Tidak ada jus saudara2 😦 hanya ada dua macam sirup warna merah dan dan kuning dengan rasa tidak karuan 😦 . Perlu diperbaiki nih di lain waktu.

Setelah sarapan pagi dan mandi, kemudian kami masuk ke lokasi WBL, yang harga tiketnya didiskon 50% bagi tamu resort. Ternyata dari resort ada pintu tembus, sehingga kita tidak perlu keluar melewati jalan besar. Begitu masuk, kesan pertama nggak nyangka besar banget😀 dan dari pintu masuk, kami bisa langsung melihat batu kodok yang membuat daerah ini menjadi bernama Tanjung Kodok.

 

Fasilitas2 yang ada di WBL ini ternyata cukup banyak di antaranya, Rumah Kucing, Goa Insektarium, Permainan air, Kolam Renang, Kano, Roller Coaster, Banana Boat, Speed Boat, Sepeda Air, dan masih banyak lagi. Tidak cukup waktu kami untuk menjelajahi semua karena waktu check out pukul 12 siang.

Semoga masih diberi kesempatan untuk kembali ke sana lagi di lain waktu.

This entry was published on September 3, 2007 at 3:53 pm and is filed under Perjalanan, Wisata. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

9 thoughts on “Weekend di Tanjung Kodok

  1. enam bulan lalu kami sekeluarga ke WBL, dan sumprit bagus menurut aku, n pingin balik lagi. tapi ada yang bilang resort disebelah WBL angker bener atau mitos saja?
    salam kenal

  2. Terimah kasih, catatan ini adalah “ingatan” bahwa kami pernah punya Tanjung kodok, sebelum kemudian Pemda dan pemilik modal mencoba menghapus sejarah itu dengan WBLnya (Wisata Bahari Lamongan) ini konyol, dungu dan sembrono, karena banyak daerah mempertahankan nama desa tempat obyek wisata itu, sebut saja, ancol(jakarta) Carita (serang) sedudo (nganjuk), puncak (bogor),Tretes (pasuruan), pangandaran (Ciamis) kuta (bali) bahkan niagara (Amerika) Pemda kami hanya menyisakan nama Tanjung Kodok untuk sebuah Resort. ah entah bagaimanah kami harus menceritakannya ke anak cucu kelak, bahwa dulu kami pernah punya Tanjung Kodok. Dulu . kami pernah bergumul dengan ombaknya,. Terluka oleh duri kaktus-kaktusnya sebelum bagian bagian pantai kami di-“patok” seenaknya atas nama pembangunan.. kami kehilangan sejarah..

  3. langgeng agus wijaya on said:

    aku dulu pernah ketanjung kodok waktu kegiatan kemah dari SMK Krian 1 sidoarjo n aku orang jambi sumatra + sekarang kembali keasal nya di jambi tapi aku buka web tentang tanjung kodok ternyata banyak perubahan yang signifikan aku jadi kangen sama tanjung kodok,tau nga temen2 waktu hari ketiga kemah aku kehabisan lauk n waktu pergi mau beli lau ke pasar apa ya,,,aku dah lupa. pas ditengah jalan ada mobil ikan kecelakan n ikan nya jatuh semua n q ikut bantu ngambilin ternyata orang nya baik lo aku di kasih ikan laut ya kira2 ada 10 kg lo, ya ampun aku seneng ternyata orang lamongan tu baik2 kapan ya kita ketemu lagi. ilove tanjung kodok

  4. pengen honeymoon kesana deh. soal tarip-nya gimana nih bu?

  5. yang lengkap dong fotonya!

  6. Dulu waktu acara kantor pernah di TKBR. Tempatnya emang siip banget, apalagi klo dapat kamar yg menghadap laut langsung. Sayang dulu saya dapetnya paviliun😦
    Emang yg agak disayangkan kualitas makanannya ya. Saya kira dengan interior sebagus hotel berbintang, masakannya juga sekualitas hotel berbintang. Mudah2an manajemennya denger nih, sehingga bisa diperbaiki lagi. Setidaknya, tambahkan variasi menu untuk breakfast dong, minimal continental and western style dan banyak pilihan menunya.

  7. aduh….baca critanya jadi kepengen ksana, kapan yaaa……….
    palagi bisa ke beberapa lokasi sekaligus.
    asik bangeettsss, lamongan punya tempat kaya gitu.
    kira-kira semarang kapan ya punya tempat kaya gitu.

  8. menarik sekali….terima kasih telah berbagi cerita
    liburan tahun baru kemarin saya tanpa rencana mengunjungi tuban. saya baru tahu tentang tanjung kodok ini dari informasi yang diberikan oleh warga tuban. berhubung tidak cukup waktu jadi saya belum mengunjungi tanjung kodok ini
    mudah-mudahan tahun ini saya berkesempatan mengunjungi tanjung kodok

  9. 1 lg yg kurang,pohon2 pelindungnya sangat minim…trasa terik dan gerah,harap jd masukan pihak menegemet wbl…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: