Rawon Setan

Alhirnya setelah ngiler sekian lama kesampaian juga niatan makan Rawon Setan yang mangkal di depannya Hotel JW Marriott Surabaya.
Kok kesannya susah banget ya makan rawonnya sampe ngiler lama, mana Rawonnya pake setan pula? Begini, Rawon Setan ini jualannya hanya malam hari yaitu antara pukul 23.00 – 02.00 (katanya…) trus tempatnya lumayan jauh dari rumah jadi bener2 perlu perjuangan buat nyoba, apalagi peminatnya banyak.
Pernah sih Rawon Setan ini jualan siang pas Festival Jajanan Bango di Surabaya somewhere around June 2005, tapi baru 2 jam buka sudah licin tandas diserbu pembeli, so gak kebagian deh😦
Kembali ke acara menikmati Rawon setan on the spot itu sendiri. Saya datang ke sana bersama dua teman saya Kiki dan Ita sekitar pukul 23.05, waktu itu sudah banyak orang yang makan di sana termasuk orang yang mengantri baik untuk makan atau cuma mbungkus aja. Belajar dari teman2 yang share pengalaman makan di sana di milis JS, begitu ada orang yang berdiri kita langsung menduduki bangku yang ditinggalkan, dalam waktu kurang dari 10 menit kami sudah mendapatkan tempat duduk. Lalu, kita memesan makanan ke ‘waiter’ yang wira – wiri nganter makanan, kalo nggak salah denger sih panggilannya mBon gak tau namanya siapa. Dalam waktu singkat datanglah rawon pesanan kita, tapi datengnya gak serentak pake baki tapi satu persatu dianter sama si mBon itu.
Lain dari tempat-tempat yang lain, Rawon ini potongan dagingnya besar2 dan banyak, empuk banget, dilengkapi dengan sedikit sambel di pinggir piring. Soal rasa, buat saya yang agak suka suka rasa asin kuah rawon ini agak kurang gurih tapi bisa diatasi dengan memesan sebutir telur asin. Selain itu di meja disediakan pula sepiring kecil tauge plus sambal bagi yang berminat.
Setelah licin tandas satu porsi…kok masih lapar ya???? Akhirnya deh teriak lagi sama si mBon ini, “mBon, siji maneh yo..!!” dan datanglah porsi kedua diiringi tatapan heran dari orang2 sekitar🙂 ternyata gosip yang beredar bahwa porsi kedua akan lebih besar adanya menjadi kenyataan🙂 nasi lebih banyak demikian juga dagingnya. Glodak!!! Kuat nggak ya??? Tapi dengan semangat 45 dan tengsin kalo nggak abis akhirnya licin juga porsi kedua itu, cuma saya nggak berani nambah telur asin… kayaknya kebangetan deh kalo nambah telur asin, he..he..he..
Oya selain menjual rawon di tempat ini juga dijual nasi campur, tapi kemarin kita gak ada yang nyoba soalnya penasaran ama rawonnya.
Total kerusakan yang ditimbulkan malam itu adalah Rp 40 rb untuk 4 porsi rawon, 2 butir telur asin dan 3 gelas es teh manis.

This entry was published on September 6, 2005 at 2:30 pm and is filed under Blogroll. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: