Happy Thoughts: Balikpapan November 10, 2009
Posted by Astri in Balikpapan, Kopdar, Makanan, Perjalanan, Wisata.4 comments
- Finally visited Balikpapan, to be exact: Kalimantan.
- Met her long lost Aunty Lia, cousin Bismo n Bagas.
- Found some cute fabrics in Kebun Sayur, Balikpapan.
- Ate the famous Kepiting Kenari 3x within 24 hrs.
- Visited crocodile farming @Teritip
Kopi Luwak @ Rolaas Café September 15, 2008
Posted by Astri in Kopi Luwak, Minuman Khas Indonesia, Perjalanan, Wisata.22 comments
Setelah ngeplurk ama Fenty beberapa hari yang lalu, rasa penasaran saya akan Kopi Luwak semakin menjadi-jadi. Bagaimana tidak, dalam waktu 2 bulan saya sudah beberapa kali ‘bersentuhan’ dengan kopi ini melalui buku Food of Love oleh Anthony Capella yang dipinjamkan oleh seorang kawan (thanks a lot, RS!), melihat X Bannernya di CITO, postingannya Herru di sini dan terakhir waktu ngeplurk ama Fenty.
Jadilah malam tadi saya dan dokterearekcilik menjajal kopi termahal di dunia (kata baristanya sih 23 juta/kg kalo di Jerman, tapi di wiki kok gak sampe segitu ya?) tersebut di Rolaas Café, CITO. Waktu ngeplurk ama Fahmi, sempat terlontar, kalo murah berarti aspal hehehe… Ternyata memang mahal sodara2, harganya 100 ribu rupiah, bisa jadi 2 cangkir, Starbucks lewaaat…
Dan kopi ini diseduh di meja kita sendiri, menggunakan alat yang bernama siphon alias vacuum brewer yang memakai hukum Bernoulli. Alat ini terdiri atas dua buah tabung kaca, yang bawah berisi air, dan yang atas berisi bubuk kopi. Air di tabung kaca dipanaskan sampai mendidih, kemudian air yang mendidih ini akan naik ke tabung atas yang berisi kopi. Setelah semua air naik ke atas, api dimatikan dan perlahan2, kopi yang sudah diseduh air panas akan turun ke bawah dan meninggalkan ampasnya di bagian atas alat. Proses pemanasan ini diulang satu kali lagi, tapi kali ini yang dipanaskan adalah kopi yang barusan turun, sehingga kopi yang dihasilkan akan lebih kental. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 8 menit.

Kopi kemudian dituangkan ke masing2 cangkir oleh barista. Terlihat kental, wangi meskipun gak terlalu tajam. Rasa pahitnya cukupan, aciditynya gak terlalu kentara di lidah, tapi di perut iya
biarpun secara keseluruhan kopi ini tidak mengecewakan kok. Lebih karena perut saya yang agak rewel selama bulan puasa ini.
Oya, selain dalam bentuk yang sudah diseduh, di Rolaas Café juga tersedia biji Kopi Luwak untuk diseduh di rumah, harganya 270 ribu rupiah untuk kemasan 150 gram, dan 2 juta rupiah per kgnya. Biji kopi baru akan digiling saat kita membeli, tapi sebaiknya sih baru digiling kalo akan diseduh untuk mempertahankan kualitas kopinya. Jika harga dirasa terlalu mahal, ada promo diskon 30 – 50% setelah berbelanja nominal tertentu di Ma****ri. FYI, Rolaas Cafe ini baru ada di Surabaya lho.. belum ada di kota lain di Indonesia
Yang penasaran ayo datang ke Surabaya.. Deket banget ama Bandara Juanda n Terminal Purabaya
Mengawal Hari Mangrove Sedunia Juli 29, 2008
Posted by Astri in Daily Life, Mangrove, Perjalanan, Wisata.4 comments
Baru tahu kalo Hari Mangrove Sedunia diperingati pas tgl 26 Juli yang baru lewat. Taunya ya pas diminta untuk mengawal pelaksanaan peringatannya di Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Lumayan nih… sekalian bisa survei buat acara jalan2nya Wisata Surabaya
Tgl 26 Juli 2008, pukul 6 pagi, saya sudah meluncur dari Rungkut Industri. Perjalanan sekitar 15 menit, soalnya agak mblusuk masuknya. Ternyata, di sana sudah rame banget dan peserta upacara sudah mulai dibariskan, ternyata Walikota Surabaya, Bambang DH, sudah mau sampai.
Pas Upacara, baru tahu kalo tanaman bakau di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia tapi yang paling banyak rusak juga
Makanya salah satu upaya mengembalikan kerusakannya dengan mengintensifkan penanaman mangrove ini, ditambah yang masih ada jangan sering2 dihabisi buat perumahan dsb.
Setelah upacara selesai baru deh pada berangkat ke tempat penanaman. Sempet kuciwa juga karena sebagai tenaga medis gak boleh ikutan ke sana, disuruh jaga posko aja. Huaaaaaa…. Kan pengen tahu juga
Tapi ya sudah lah namanya tugas… Supaya kalo ada apa2 saya bisa siap sedia menangani pasien, sambil berdoa semoga kejadian ini berjalan lancar.
Tapi setelah sebagian besar peserta sudah mulai kembali ke posko, akhirnya saya bisa ke sana juga untuk menjemput yang baru selesai menanam. Pertama kalinya naik perahu karet yang digeber dengan kecepatan tinggi (soalnya penumpangnya cuma 3 orang). Sempat teriak2… bukan ketakutan lho ya… tapi excited banget
Perjalanan kurang lebih 10 menit. Pas balik dengan total 12 penumpang, nih perahu jalannya jadi lelet banget
serasa bemo keraton aja, cuma pake basah kena cipratan air dari motornya.
Oya, pas di sana sempat juga ngicipin yang namanya Sirup Buah mangrove. Rasanya manis n segar, apalagi minumnya pas panas2. Tapi bodonya aku, gak sempat nanya jualnya di mana, pas balik dari jemput peserta, yang jualan sirup dah gak ada
Ngetes IXUS di Coban Rondo Mei 3, 2008
Posted by Astri in Perjalanan, Wisata.11 comments
Akhir pekan yang baru lewat saya ma Dokterearekcilik pergi ke Coban Rondo setelah malam sebelumnya kami habiskan di Batu. Coban Rondo adalah tempat wisata alam di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk menuju lokasi ini dari kota Batu menggunakan kendaraan pribadi.
Legenda mengapa tempat ini dinamai Coban Rondo (tapi agak panjang dikit ya…) bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan. Ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo. Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan COBAN RONDO. Konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.
Untuk masuk ke kompleks wana wisata Coban Rondo, setiap orang ditarik 8000 rupiah (untuk wisatawan domestik) sedangkan mobil 3000 rupiah. Dari pintu masuk jalannya masih jauh banget, sempat takut nyasar hehehe…. Butuh 10 menitan lah dari pintu masuk untuk sampai ke parkir air terjun.
Dari tempat parkir udah terdengar suara gemuruh air terjun ditambah udara jadi terasa sejuk banget, trus kita jalan sekitar 200 meter buat nyampe air terjunnya. Sambil menyusuri jalan setapak yang sudah diperkuat (pake beton ya?) kita bisa melihat aliran air di sungai kecil yang berasal dari air terjun. Dari jarak 100 meter barulah air terjun terlihat, terus terang saya takjub banget melihatnya… padahal itungannya gak seberapa tinggi lho… tapi tetap aja terpana sambil mengagumi keindahan ciptaanNya, apalagi dah lama gak liat air terjun
Mulailah kita potret memotret di sini, sebenernya lebih banyak Dokterearekcilik yang motret karena dia lagi excited banget ama kameranya… Ceritanya sambil ngetes Canon IXUS 75 tahan gak kena cipratan air terjun hehehe…
Tapi kalo foto yang di atas saya yang motret lho
Keliling Jakarta Naik Busway, Yuuuk! Maret 9, 2008
Posted by Astri in Buku, Perjalanan, Wisata.7 comments
Perburuan saya ke Toko Buku minggu ini cukup menyenangkan buat saya karena berhasil menemukan sebuah buku saku yang sedang saya butuhkan. Judulnya KELILING JAKARTA NAIK BUSWAY, YUUUK!

Buat orang yang hampir tidak pernah menginjakkan kaki ke Jakarta kecuali urusan transit di Bandara (eh, itu mah Banten ya??) dan mendadak sekarang ada ‘tuntutan’ untuk sering ke sana untuk urusan pelatihan dan simposium dan datang sendirian, adanya buku ini terasa sangat membantu untuk memuluskan acara saya jalan2 setelah pelatihan dan simposium selesai.
Buku ini selain memuat peta jalur busway beserta haltenya, juga ada petunjuk mengenai tempat2 apa saja yang bisa dicapai dari halte tersebut. Selain itu juga ada daftar rute bus bandara, bus penghubung, bus reguler, kereta api dan titik pertemuannya dengan jalur busway. Ukurannya juga cukup kecil (10 x 15 cm, 76 halaman) sehingga bisa dimasukkan ke dalam saku celana atau masuk dalam tas tangan, dan tidak merepotkan jika kita harus membukanya dalam kendaraan umum. Tidak ketinggalan, buku ini dilengkapi ilustrasi2 kocak dari Muh Misrad alias pembuat komik strip Benny & Mice di KOMPAS MINGGU.
Kesimpulan: Kalo ada orang yang ‘buta’ Jakarta kayak saya dan berminat jalan2 mandiri di sana tanpa taksi atau tanpa macet, buku ini perlu banget untuk dimiliki.
Sate Kelopo Ondomohen Januari 17, 2008
Posted by Astri in Daily Life, Makanan, Wisata.11 comments
Dah lama banget nih gak nulis tentang seri petualangan mencoba makanan, berhubung dah lama banget gak jalan2 keluar Waru
Kali ini saya nyoba Sate Kelopo Ondomohen, sebenarnya ini kali kedua saya ke sana, cuma waktu itu pas gak bawa kamera jadi kedatangan saya kali ini selain pengen nyoba lagi tuh buat nyari bahan posting
Jam 7 pagi saya baru nyampe Jl. Walikota Mustajab aka Ondomohen, ternyata di sana udah terbentuk antrian orang yang mau makan. Berhubung saya datang sendirian, jadi agak lebih gampang nyari tempat duduk, tentunya setelah memesan satu porsi sate kelopo termasuk nasi.
Sebenarnya apa sih sate kelopo itu? Sate dari potongan kelapa? Bukan tuh… sate kelopo itu sate daging + sedikit gajih yang ditaburi parutan kelapa yang sudah dibumbui alias serundeng. Kalo mau tampangnya kayak gini nih…

Kalo dari penjualnya, kemungkinan besar sate kelopo ini berasal dari tanah di seberang Surabaya alias Madura, yang saya akui merupakan gudang makanan enak
10 menit setelah saya memesan, datanglah sang sate yang harum campuran aroma kelapa parut, daging dan bumbu kacang merupakan paduan eksotis (halah..) dan menerbitkan air liur. Nasinya sendiri juga ditaburi sedikit serundeng Cuma sayang gak ada gambarnya.
Rasa satenya sendiri gurih, karena ada sepotong gajih yang menyelinap di antara 3 potong daging disertai serundeng, ditimpali sedikit rasa manis dari bumbu kacang yang halus dan kecap. Hati2, terselip dua buah cabe rawit di dalam bumbu kacangnya.
Buat penggemar masakan gurih seperti saya, satu porsi sate masih terasa kurang. Antrian yang panjang membuat saya membatalkan niat untuk tanduk

Kalo ada yang mau ke sana ini dia alamatnya:
Sate Kelopo Bu Asih
Jl. Walikota Mustajab (di trotoar jalan)
Buka: Setiap hari mulai pukul 06.00 – 12.30
Surabaya? Panas boooo…. Oktober 23, 2007
Posted by Astri in Milis, Wisata.5 comments
Siang tadi saya agak2 keringetan kukurilingan Surabaya bareng Jimmy… Asli panas banget, padahal kita jalan2 naik mobil yang alhamdulillah berAC. Cuma setiap turun ke berbagai tempat, udara panas Surabaya langsung menyergap
Kapan ya hujan datang ke Surabaya? Kangen banget ama suasana yang sejuk, dengan angin semilir
Nah, ngapain juga panas2 gitu jalan2 keliling Surabaya? Alasan #1 karena saya dan Jimmy termasuk golongan ‘bangsawan’ (bangsa tangi awan); alasan#2 kita sedang survey t4 yang akan dikunjungi untuk acara Mlaku2 Surabaya 2.0 oleh Wisata Surabaya yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan November nanti. Tidak ingin mengulangi acara jalan2 Mlaku2 nang Surabaya Lawas yang agak kurang persiapan, kami ingin menyiapkannya lebih baik agar lebih mengesankan bagi semua pesertanya.
Ke mana aja hari ini? Rahasia… yang jelas dari arah Tugu Pahlawan ke arah Selatan
yang jelas nyesssssseeeel banget tadi jalan2 gak bawa kamera
kan bisa ngasih spoiler sambil bikin acara tebak gambar
Kalo mau rute2 mana yang akan kita lewati, tunggu pengumumannya di milis Wisata Surabaya dalam minggu2 ini. Mau ikutan? Boleh2 aja dan sebaiknya gabung dulu dengan milis.
Nasi Krawu Buk Tiban – Gresik September 4, 2007
Posted by Astri in Makanan, Perjalanan, Wisata.9 comments
Sepulang dari Lamongan, saya sempat mampir sebentar ke kota Gresik untuk mencicipi salah satu dari sekian banyak makanan khas kota Gresik, yaitu Nasi Krawu. Pada kesempatan ini warung yang saya datangi adalah milik Buk Tiban di Jl. Abdul Karim 49, Gresik.
Nasi Krawu sendiri adalah nasi dengan potongan jerohan dan suwiran daging yang terendam minyak, ditaburi serundeng 2 warna (oranye dan kuning), mangut dan sambel kehitaman yang pedesnya gak ketulungan. Bagi yang tidak suka jerohan bisa memilih nasi krawu dengan suwiran daging saja.
Yang unik dari Nasi Krawu Buk Tiban adalah sebagian besar lauk yang dimasukkan ke dalam pincuk anda diambil menggunakan tangannya tanpa bantuan sendok (kecuali saat mengaduk daging dan mengambil sambel), dan nasi krawu disajikan dalam pincuk bukan piring.

Kalo nasi krawunya sendiri jangan ditanya rasanya, endang bambang gulindang deh… alias oke banget, apalagi buat penggemar masakan yang asin2 seperti saya
tapi saya sama sekali belum pernah mencoba yang jerohan. Cuma buat yang gak suka pedas harus waspada sama sambelnya. Selain pedas sekali, warnanya sama dengan mangutnya yaitu hitam kecoklatan. Kalo mau main aman lebih baik minta tanpa sambel. Tapi kalo suka berpetualang dengan rasa, sambelnya sama sekali tidak boleh dilewatkan.
Weekend di Tanjung Kodok September 3, 2007
Posted by Astri in Perjalanan, Wisata.6 comments
Akhir pekan yang baru lewat ini, saya sekeluarga menghabiskannya di daerah Tanjung Kodok, yang terletak sekitar 80 km Barat Laut Surabaya ke arah Tuban dan masuk wilayah Kab. Lamongan, ditempuh selama 2 jam menggunakan kendaraan pribadi dari Waru, Sidoarjo.
Tanjung Kodok saat ini masuk dalam kompleks Wisata Bahari Lamongan (WBL), di seberangnya terdapat Gua Maharani yang pada saat ini sedang direnovasi. Dengar2 mau dibuat kereta gantung untuk menghubungkan WBL dengan Gua Maharani.
Pertama kali datang, kami langsung menuju Tanjung Kodok Beach Resort yang bersebelahan dengan WBL karena kami datang menjelang jam tutup WBL.
Resort yang semua kamarnya memiliki balkon menghadap ke laut ini tampak cantik dengan bangunan bergaya modern, bercat putih bersih, tanpa lift dan memanfaatkan lantai – lantai yang dibuat miring dan beberapa buah anak tangga untuk memudahkan naik turun antar lantai, dan percaya deh, gak capek, naik turunnya.
Sambil berisitrahat, kami menikmati pemandangan sore di atas balkon sambil menanti matahari terbenam.
Oya, sebagai informasi, Tanjung Kodok adalah salah satu dari sekian tempat di Indonesia yang digunakan untuk menentukan datangnya 1 Ramadhan dan 1 Syawal secara rukyat dengan cara melihat hilal (penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di sini)
Mlaku – mlaku nang Suroboyo Lawas September 3, 2007
Posted by Astri in Makanan, Milis, Perjalanan, Wisata.2 comments
Teman2 sekalian,
Menindaklanjuti usulannya beberapa teman kita di milis mengenai Surabaya, Kota Kita dan untuk lebih mengenal kota Surabaya terutama tempat bersejarah yang masih tersisa di wilayah Surabaya Utara, maka milis WisataSurabaya bermaksud mengadakan acara: ‘’Mlaku – mlaku nang Suroboyo Lawas”
Kapan?
Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu, 9 September 2007.
Di mana?
Start dan Finish di Kantor Pos Kebon Rojo. Kumpul pukul 06.30 WIB, acara diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB.
Apa saja yang harus dibawa?
Topi, air minum, kamera, uang secukupnya (untuk makan), sepatu yang nyaman karena perjalanan sebagian besar dilakukan sambil berjalan kaki dan urunan Rp 20 ribu (untuk naik becak, membayar ‘guide’ di beberapa tempat), dan jangan lupa pake sun block.
Tempat2 apa saja yang akan dikunjungi?
Bocorannya: Kantor Pos Kebon Rojo, Jembatan Merah, Gedung2 Tua di sekitar Jembatan Merah (ingat gedung yang diceritakan Pak Rudy Sujanto yang ada lukisan karya Jan Toorop?), Ampel, Museum House of Sampoerna, dan beberapa tempat lain yang sedang dalam konfirmasi.
Siapa aja yang boleh ikut?
Anggota Milis WisataSurabaya, kalo ada yang belum jadi anggota milis daftar dulu ya
Tapi, boleh kok bawa teman
tolong disebutkan namanya ya pas daftar.
Bagaimana daftarnya?
Melalui e-mail ke: astri.pramarini@gmail.com dan di CC ke: muriani.tan@gmail.com
Pendaftaran paling lambat hari Jumat 7 September 2007 pukul 16.00 WIB
Harap menyertakan no HP peserta saat mendaftar.
Sampai ketemu hari Minggu












