Happy Thoughts: Balikpapan November 10, 2009
Posted by Astri in Balikpapan, Kopdar, Makanan, Perjalanan, Wisata.1 comment so far
- Finally visited Balikpapan, to be exact: Kalimantan.
- Met her long lost Aunty Lia, cousin Bismo n Bagas.
- Found some cute fabrics in Kebun Sayur, Balikpapan.
- Ate the famous Kepiting Kenari 3x within 24 hrs.
- Visited crocodile farming @Teritip
Bandung oh Bandung Mei 14, 2009
Posted by Astri in Daily Life, Perjalanan.4 comments
Dah dua hari ini saya di Bandung. Bukan liburan, bukan belanja
jadi yang mau nitip atau minta oleh-oleh silakan kuciwa (kecuali dokterearekcilik tentunya)
Selama ini saya mengira Bandung sudah mulai panas seperti kata banyak orang. Tapi ternyata kegendutan saya masih belum cukup untuk mengatasi dinginnya air saat mandi, sehingga langsung membatalkan dan segera merebus air hangat, atau saat kedinginan pas naik motor pagi – pagi ke Hasan Sadikin… Untung bawa jaketnya dokterearekcilik.
Pulang dari Hasan Sadikin masih belum terlalu sore, akhirnya saya langsung naik angkot ke PvJ sambil menguji hafalan saya tentang rute Angkot yang ternyata masih ciamik, sambil menikmati suasana jalan2 di Bandung dan udaranya yang sejuk… Sayang gak bawa sepatu yang enak buat jalan kaki… Atau besok ke Hasan Sadikin sambil ngegembol sandal (thinking)
Besok jalan – jalan lagi ah, mumpung belum diserbu orang Jakarta
Semoga akhir pekan gak terlalu rame
Sekilas Ibadah Haji (2) April 8, 2009
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan.5 comments
Nyambung tulisan yang sebelumnya tentang Pra Keberangkatan Ibadah Haji, sekarang yang membahas soal di Pesawat Terbang. Yuk, mari terbang bersama….

Dari 210.000 Jemaah Haji Indonesia yang berangkat tiap tahun, sebagian besar adalah orang2 yang baru pertama kali naik pesawat. Jadinya bakal ada gegar pesawat kekeke… terutama soal tempat duduk yang sempit, perjalanan yang panjang, suhu pesawat, pemakaian toilet dan berwudhu. Dibahas satu persatu ya…
Tempat Duduk yang Sempit dan Perjalanan yang Panjang
Kombinasi dua hal ini memang bikin badan pegel gak karuan, apalagi kalo badannya tinggi besar. Hanya saja kursi pesawat kelas ekonomi memang demikianlah adanya. Trus bagaimana mengatasi perjalanan 7 – 10 jam agar terasa nyaman?
1. Tiap 1-2 jam sekali bisa melakukan inflight exercise
2. Jalan2 ringan di dalam pesawat dimungkinkan selama tidak terbang dalam cuaca yang buruk, dan awak pesawat tidak terganggu tugasnya.
3. Gunakan waktu yang panjang tersebut untuk istirahat. Karena setelah turun dari pesawat ada kegiatan lain yang menunggu (Arbain bagi gel I yang turun di Madinah, Umroh bagi gel 2, dan Perjalanan ke Madinah bagi gel I yang turun di Jeddah)
Inflight exercise tadi sangat penting terutama bagi penumpang pesawat yang rentan terkena Sindroma Kelas Ekonomi, seperti yang berusia tua, baru saja menjalani operasi tulang, wanita hamil, penderita kanker.
Suhu Pesawat
Suhu dalam pesawat memang cukup dingin dan kering. Buat yang biasa tinggal di daerah panas bisa jadi masalah, atau orang2 yang sudah banyak umurnya. Cara mengatasinya dengan memakai jaket serta kaos kaki. Selimut juga bisa digunakan, silakan hubungi awak pesawat untuk hal ini. Sedangkan untuk kelembaban yang rendah diatasi dengan banyak minum, terutama air putih dan jus buah, minta saja pada awak pesawat. Mereka pasti maklum kalau kita sering2 minta minum. Hindari soda, kopi dan teh yang bersifat diuretik. Sering – sering memakai pelembap tubuh juga sangat membantu, tapi pastikan kemasan yang anda bawa berukuran kurang dari 100 ml.
Penggunaan Toilet
Buat yang sering naik pesawat atau yang biasa pake toilet kering gak akan nemu masalah soal ini. Tapi kalo jemaahnya datang dari desa, yang taunya WC jongkok atau biasa cebok pake air bergayung – gayung, toilet di pesawat bakal menimbulkan stress tersendiri.
Maka sebaiknya sejak di tanah air pemberitahuan tentang cara pemakaian toilet ini perlu disosialisasikan dalam juga dalam pelatihan manasik haji. Jangan sampai ada yang ngempes pipit atau nahan boker sampai 7 – 10 jam. Bekal tissue basah juga sangat membantu. Apapun jangan sampai menumpahkan air di lantai pesawat, bisa berabe nanti
Wudhu
Ilmu soal tayamum bisa dipraktekkan di pesawat, soalnya di dalam pesawat kita gak bisa berwudhu demi alasan keselamatan penerbangan. Monggo tanyakan ke pembimbing ibadah masing2 tentang cara bertayamum ini. Sekalian dengan cara sholat sambil duduk + menjama’ sholat.

Sekilas Ibadah Haji (1) Maret 11, 2009
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan, Tips.10 comments
Beberapa waktu yang lewat, saya cukup beruntung bisa menunaikan Rukun Islam yang ke 5 sebagai TKHI. Bener2 gak disangka lho… Saya aja masih suka gak percaya. Nah, sekarang saatnya bagi2 cerita dan sedikit ‘ganjalan’ soal pelaksanaan Ibadah Haji 1429 H/ 2008 M tapi ini dari sisi Petugas tentang kesiapan para Jemaah Haji Indonesia. Harapannya, bisa menjadi renungan dan bahan persiapan sebelum melaksanakan Ibadah Haji. Kalo mau disanggah juga silakan, toh postingan ini pendapat pribadi yang belum tentu benar 100%.
Kita mulai aja ya… Supaya mudah, aku bagi menurut etape perjalanan dan mungkin akan dibagi dalam beberapa tulisan, soalnya baaannyyaaaaaak banget yang mau aku ungkapkan di sini.
Sebelum Keberangkatan
- Menyembunyikan Kondisi Kesehatan
Masih ada jemaah haji yang menyembunyikan kondisi kesehatannya karena takut tidak diberangkatkan. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan demi kebaikan Jemaah haji tersebut. Kenapa demikian? Pemeriksaan kesehatan ditujukan agar jemaah yang berangkat dalam kondisi kesehatan yang prima dan jika ditemukan penyakit diharapkan dapat disembuhkan atau paling tidak dikendalikan sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji yang bersangkutan. Siapa sih yang gak pengen ibadahnya lancar jaya? Masak mau ngendon seharian di maktab atau malah Rumah Sakit gara2 gak terbuka dengan kondisi kesehatannya - Olahraga Teratur
Ibadah haji itu ibadah fisik, buat thawaf, sa’I, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah di udara terbuka denga kondisi seadanya, melempar jumrah, mabit di Mina dengan kondisi minim (total 5 malam kita kemping), jalan bolak – balik ke Maktab – Masjid, belanja (eh ini mah gak masuk ibadah haji ya
) Makanya hanya diwajibkan buat yang mampu. Buat yang mampu, saya benar2 menyarankan untuk olahraga rutin sebelum berangkat seperti jogging atau jalan cepat, paling gak 4 Km/ hari, berenang atau bersepeda. Kenapa 4 Km? Itu jarak paling dekat yang akan ditempuh kalo thawaf dan sa’I, bisa lebih. Belum kalo harus jalan dari maktab ke mesjid atau paling gak dari maktab – halte bis. Takutnya kalo gak latihan dari tanah air bakalan gempor. - Mengatur Haid
bagi jemaah haji wanita yang masih subur, soal haid ini bisa jadi masalah. Apalagi kalo jatuhnya di saat2 yang tidak tepat. Bisa2 malah stress sendiri. Solusinya, atur haid paling tidak 3 bulan sebelum berangkat. Pahami betul manasik haji, ketahui kapan saja anda harus dalam keadaan suci. Hal lain yang mempengaruhi pengaturan: anda termasuk gelombang berapa? Kapan anda berangkat dan pulang? Kapan puncak ibadah haji? Kapan umroh wajib? Kapan Thawaf Ifadhah? Hal2 di atas tadi menentukan jadwal regulasi haid anda, atau malah tidak perlu diatur tetap dengan siklus biasanya. Konsultasikan dengan orang2 yang berkompeten misalnya dokter kandungan atau paling tidak dokter umum, usahakan yang mengerti tentang seluk beluk ibadah haji, biar hasilnya bisa pas. Jangan konsultasi ama tetangga atau tukang sayur bisa buyar nanti… - Kurang Istirahat
Sudah bukan rahasia lagi, kalo para jemaah haji sering bikin acara selamatan sebelum berangkat haji ataupun kalo gak bikin acara khusus tetep aja ada saudara atau tetangga yang datang unjung2. Sebenarnya tujuannya baik sih, hanya saja kalo unjung2nya mepet sebelum kasihan yang mau berangkat istirahatnya jadi kurang. Padahal dia harus masuk embarkasi 24 jam sebelum keberangkatan, belum perjalanan dari kabupaten asal ke asrama haji, sebelumnya ada pelepasan di pendopo kabupaten asal, belum lagi perjalanan di pesawat terbang. Jadi sebaknya kalo mau bikin acara atau mau mendoakan saudara atau tetangga sebelum berangkat lakukan paling tidak 1 minggu sebelum keberangkatan. Oya, tidak disarankan untuk mengunjungi di asrama haji, karena sekali lagi para jemaah ini butuh istirahat sebelum melakukan perjalanan udara antara 7 – 10 jam. - Obat – obatan Pribadi
Banyak jemaah yang tidak membawa obat2an pribadi mereka dengan lengkap, baik dari jenis maupun jumlah. Ada yang tidak mengerti obat apa saja yang mereka miliki (cuma bilang obat dari dokter), jamu dianggap obat, atau menaruh obat dalam tas koper bukan di tas tenteng atau tas paspor. Nah, yang terakhir ini juga banyak kejadian, terutama pada lansia yang berangkat sendirian + barang dipak oleh anaknya, padahal sudah berulang kali diingatkan saat pembekalan jemaah haji untuk tdiak menaruh obat di koper. Untuk orang2 dengan sakit kronis seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung Koroner, TBC, Skizofrenia, dll, penting sekali untuk minum obat secara terus menerus. Mitos minum air zam – zam menyembuhkan segala penyakit kayaknya masih belum dapat dibuktikan. Yang ada malah sakitnya kumat atau malah stroke atau serangan jantung. Suwer, ini bukan nakut2in. Sekali lagi gak pengen kan sudah jauh2 ke Arab Saudi, bayar mahal, ngantri lama tapi waktunya dihabiskan di Rumah Sakit. Kesembuhan memang dari Allah SWT, tapi kita kan perlu ikhtiar sebelum memasrahkan segalanya kepadaNya.
Oya, ada pesan juga untuk tidak membawa obat golongan Metampiron alias Antalgin. Katanya sih gak boleh masuk Arab Saudi. Cuma aku gak nemu larangan resmi sampai sekarang.
Demikian tulisan babak pertama. Kapan2 disambung lagi…
Jumpa Fans Dadakan Januari 16, 2009
Posted by Astri in Buku, Jumpa Fans, Perjalanan.3 comments
Ini kejadian waktu di Bandung kemarin pas jalan-jalan di PVJ nyari kaos Mahanagari buat suami tersayang… Gak disangka gak dinyana pas di sana ketemu ama Tita Larasati yang bikin buku Curhat Tita n Curhat Tita Back in Bandung.
Sempet nyesel gak bawa bukunya
tapi paling gak bawa kamera

Tita Larasati n Me
Packing My Bag (Again) Januari 16, 2009
Posted by Astri in Bencana Alam, Perjalanan.2 comments
Setelah unpacked hari Minggu yang lalu… Hari ini sudah waktunya ngepak lagi… Cuma ini bukan leisure trip kayak minggu lalu. Apapun, senang banget bisa berangkat lagi
Perlengkapan Haji untuk Perempuan Oktober 29, 2008
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan.16 comments
Musim Haji 1429 H semakin dekat.. Tgl 4 November 2008, kloter pertama sudah mulai masuk Asrama Haji untuk diberangkatkan ke Madinah pada tgl 5 November 2008. Sebelum berangkat saya mau berbagi daftar perlengkapan yang sebaiknya dibawa terutama untuk jemaah haji yang perempuan. Kalo ada yang kurang atau lebih mohon dikoreksi ya.. Daftar ini jauh dari sempurna, karena tidak disusun berdasarkan pengalaman, melainkan kesimpulan dari bahan2 bacaan mengenai Haji yang dibaca sebelumnya.
Kopi Luwak @ Rolaas Café September 15, 2008
Posted by Astri in Kopi Luwak, Minuman Khas Indonesia, Perjalanan, Wisata.22 comments
Setelah ngeplurk ama Fenty beberapa hari yang lalu, rasa penasaran saya akan Kopi Luwak semakin menjadi-jadi. Bagaimana tidak, dalam waktu 2 bulan saya sudah beberapa kali ‘bersentuhan’ dengan kopi ini melalui buku Food of Love oleh Anthony Capella yang dipinjamkan oleh seorang kawan (thanks a lot, RS!), melihat X Bannernya di CITO, postingannya Herru di sini dan terakhir waktu ngeplurk ama Fenty.
Jadilah malam tadi saya dan dokterearekcilik menjajal kopi termahal di dunia (kata baristanya sih 23 juta/kg kalo di Jerman, tapi di wiki kok gak sampe segitu ya?) tersebut di Rolaas Café, CITO. Waktu ngeplurk ama Fahmi, sempat terlontar, kalo murah berarti aspal hehehe… Ternyata memang mahal sodara2, harganya 100 ribu rupiah, bisa jadi 2 cangkir, Starbucks lewaaat…
Dan kopi ini diseduh di meja kita sendiri, menggunakan alat yang bernama siphon alias vacuum brewer yang memakai hukum Bernoulli. Alat ini terdiri atas dua buah tabung kaca, yang bawah berisi air, dan yang atas berisi bubuk kopi. Air di tabung kaca dipanaskan sampai mendidih, kemudian air yang mendidih ini akan naik ke tabung atas yang berisi kopi. Setelah semua air naik ke atas, api dimatikan dan perlahan2, kopi yang sudah diseduh air panas akan turun ke bawah dan meninggalkan ampasnya di bagian atas alat. Proses pemanasan ini diulang satu kali lagi, tapi kali ini yang dipanaskan adalah kopi yang barusan turun, sehingga kopi yang dihasilkan akan lebih kental. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 8 menit.

Kopi kemudian dituangkan ke masing2 cangkir oleh barista. Terlihat kental, wangi meskipun gak terlalu tajam. Rasa pahitnya cukupan, aciditynya gak terlalu kentara di lidah, tapi di perut iya
biarpun secara keseluruhan kopi ini tidak mengecewakan kok. Lebih karena perut saya yang agak rewel selama bulan puasa ini.
Oya, selain dalam bentuk yang sudah diseduh, di Rolaas Café juga tersedia biji Kopi Luwak untuk diseduh di rumah, harganya 270 ribu rupiah untuk kemasan 150 gram, dan 2 juta rupiah per kgnya. Biji kopi baru akan digiling saat kita membeli, tapi sebaiknya sih baru digiling kalo akan diseduh untuk mempertahankan kualitas kopinya. Jika harga dirasa terlalu mahal, ada promo diskon 30 – 50% setelah berbelanja nominal tertentu di Ma****ri. FYI, Rolaas Cafe ini baru ada di Surabaya lho.. belum ada di kota lain di Indonesia
Yang penasaran ayo datang ke Surabaya.. Deket banget ama Bandara Juanda n Terminal Purabaya
Lagi Pengen Nampang September 8, 2008
Posted by Astri in Foto, Musik, Perjalanan, Soundrenaline.6 comments
Lagi pengen nampang n pamer foto2 waktu naik helikopter pas Soundrenaline di Malang tgl 3 Agustus 2008 yang baru lewat.
Lapangan Rampal Tampak Samping Atas
Lapangan Rampal Tampak Depan Atas
Nampang di dalam helikopter
Nampang sebentar seturun dari Heli, foto oleh Muflik dari Radar Malang (nek gak salah)
Bekal Haji (dan Umroh juga) Agustus 28, 2008
Posted by Astri in Buku, Haji & Umroh, Perjalanan.9 comments
Di antara sekian banyak hal yang saya persiapkan untuk berangkat ke Baitullah pada musim haji yang akan datang, yang paling saya tunggu2 akhirnya datang juga
Peta Mekkah n Madinah dari Fahmi yang barusan pulang umroh beberapa hari yang lalu.
Pasti banyak yang heran kok malah siap2 peta? Kok gak siap2 manasik atau baca2 buku tentang haji? Gini ceritanya.. karena saya berangkat sebagai petugas kesehatan, tentunya pengenalan medan perlu dong.. Apalagi kalo sampai harus merujuk pasien (duh moga2 yang sekloter ama aku sehat semua) harus tau mana yang terdekat dan kalo perlu tau fasilitasnya selengkap apa dan sesuai nggak dengan kegawatan pasien yang akan dikirim.
Makanya seneng banget pas tadi siang ketemu Fahmi n dia bawain peta2 itu… walaupun agak KO juga ama peta yang Madinah karena full bahasa Arab. Untung ada mertua yang bakal ketiban tugas menterjemahkan
Kalo peta yang Mekkah oke punya tuh, soalnya ada indeks daftar RS, Toko Buku, Restoran (dengan ejaan Rablish= Arab-English; halah ngarang dhewe), dilengkapi juga Peta Arafah dan Mina yang disertai legenda lokasi perkemahan jemaah Asia Tenggara…Yippy… Makasih banget lho, Mi…
Meskipun ada peta, gak membuat saya pede jalan2 di sana sendirian, gak kayak kalo di Indonesia. Bagaimanapun, adat istiadat di tempat yang akan kita kunjungi harus kita junjung. Apalagi kalo demi keamanan kita selama berada di sana.
Sekalian juga mau share bahan bacaan yang asyik buat teman2 yang akan menunaikan ibadah umroh atau syukur haji dalam waktu dekat:
- Menjadi Manusia Haji oleh Ali Syariati (Jalasutra). Aslinya buku ini berjudul Haji, tetapi di Indonesia diterjemahkan oleh banyak penerbit dengan berbagai macam judul, diantaranya: Makna Haji (Pustaka Zahra)
- Menjawab Masalah Haji, Umrah & Qurban oleh Yusuf Qardhawi (Embun Publishing).
- Do’a oleh Miftah Farid
- Panduan Ibadah Haji bagi Perempuan oleh Brilyantini (Hikmah)
- Oman, UAE & Arabian Peninsula (Lonely Planet)
- Modul – Modul Pelatihan bagi Petugas Haji yang menyertai Kloter (Depag) –> yang terakhir ini khusus buat saya
Oya, selain itu mau share juga soal vaksin Meningitis yang merupakan syarat pengurusan Visa untuk masuk Arab Saudi. Beberapa waktu terakhir ini vaksin tersebut susah banget dicari di mana2, incl saya dan suami yang sudah mengontak produsennya. Ternyata vaksin tersebut menghilang karena gagal panen (kayak tenaman aja, tapi bener lho… kan vaksin itu dibiakkan). So, kalo ada teman2 yang dalam beberapa bulan mendatang sampai 2 tahun ke depan ada rencana umroh atau malah berhaji, sebaiknya proaktif cari vaksin itu duluan deh, jangan ngandalin travel.
Kenapa saya menyarankan hal di atas? Karena perlindungan vaksin itu memiliki waktu yaitu 10 hari sampai 3 tahun, sehingga kalo divaksinnya satu hari sebelum berangkat ya manfaatnya gak maksimal. Kebalikannya kalo kita vaksin sampai 2 tahun sebelum tanggal keberangkatan, sertifikat vaksinnya masih bisa diterima. Denger2 sih bulan2 September – Oktober vaksinnya dah ada lagi.
Sedangkan buat manasik, ada banyak tempat untuk belajar. Bisa di KBIH atau buat yang terdaftar sebagai Jemaah Calon Haji biaya yang dibayarkan termasuk dapat manasik 14 kali di tingkat kecamatan dan kabupaten/ kota.
Moga2 bisa berguna bagi teman2 sekalian












