Sekilas Ibadah Haji (2) April 8, 2009
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan.5 comments
Nyambung tulisan yang sebelumnya tentang Pra Keberangkatan Ibadah Haji, sekarang yang membahas soal di Pesawat Terbang. Yuk, mari terbang bersama….

Dari 210.000 Jemaah Haji Indonesia yang berangkat tiap tahun, sebagian besar adalah orang2 yang baru pertama kali naik pesawat. Jadinya bakal ada gegar pesawat kekeke… terutama soal tempat duduk yang sempit, perjalanan yang panjang, suhu pesawat, pemakaian toilet dan berwudhu. Dibahas satu persatu ya…
Tempat Duduk yang Sempit dan Perjalanan yang Panjang
Kombinasi dua hal ini memang bikin badan pegel gak karuan, apalagi kalo badannya tinggi besar. Hanya saja kursi pesawat kelas ekonomi memang demikianlah adanya. Trus bagaimana mengatasi perjalanan 7 – 10 jam agar terasa nyaman?
1. Tiap 1-2 jam sekali bisa melakukan inflight exercise
2. Jalan2 ringan di dalam pesawat dimungkinkan selama tidak terbang dalam cuaca yang buruk, dan awak pesawat tidak terganggu tugasnya.
3. Gunakan waktu yang panjang tersebut untuk istirahat. Karena setelah turun dari pesawat ada kegiatan lain yang menunggu (Arbain bagi gel I yang turun di Madinah, Umroh bagi gel 2, dan Perjalanan ke Madinah bagi gel I yang turun di Jeddah)
Inflight exercise tadi sangat penting terutama bagi penumpang pesawat yang rentan terkena Sindroma Kelas Ekonomi, seperti yang berusia tua, baru saja menjalani operasi tulang, wanita hamil, penderita kanker.
Suhu Pesawat
Suhu dalam pesawat memang cukup dingin dan kering. Buat yang biasa tinggal di daerah panas bisa jadi masalah, atau orang2 yang sudah banyak umurnya. Cara mengatasinya dengan memakai jaket serta kaos kaki. Selimut juga bisa digunakan, silakan hubungi awak pesawat untuk hal ini. Sedangkan untuk kelembaban yang rendah diatasi dengan banyak minum, terutama air putih dan jus buah, minta saja pada awak pesawat. Mereka pasti maklum kalau kita sering2 minta minum. Hindari soda, kopi dan teh yang bersifat diuretik. Sering – sering memakai pelembap tubuh juga sangat membantu, tapi pastikan kemasan yang anda bawa berukuran kurang dari 100 ml.
Penggunaan Toilet
Buat yang sering naik pesawat atau yang biasa pake toilet kering gak akan nemu masalah soal ini. Tapi kalo jemaahnya datang dari desa, yang taunya WC jongkok atau biasa cebok pake air bergayung – gayung, toilet di pesawat bakal menimbulkan stress tersendiri.
Maka sebaiknya sejak di tanah air pemberitahuan tentang cara pemakaian toilet ini perlu disosialisasikan dalam juga dalam pelatihan manasik haji. Jangan sampai ada yang ngempes pipit atau nahan boker sampai 7 – 10 jam. Bekal tissue basah juga sangat membantu. Apapun jangan sampai menumpahkan air di lantai pesawat, bisa berabe nanti
Wudhu
Ilmu soal tayamum bisa dipraktekkan di pesawat, soalnya di dalam pesawat kita gak bisa berwudhu demi alasan keselamatan penerbangan. Monggo tanyakan ke pembimbing ibadah masing2 tentang cara bertayamum ini. Sekalian dengan cara sholat sambil duduk + menjama’ sholat.

Sekilas Ibadah Haji (1) Maret 11, 2009
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan, Tips.10 comments
Beberapa waktu yang lewat, saya cukup beruntung bisa menunaikan Rukun Islam yang ke 5 sebagai TKHI. Bener2 gak disangka lho… Saya aja masih suka gak percaya. Nah, sekarang saatnya bagi2 cerita dan sedikit ‘ganjalan’ soal pelaksanaan Ibadah Haji 1429 H/ 2008 M tapi ini dari sisi Petugas tentang kesiapan para Jemaah Haji Indonesia. Harapannya, bisa menjadi renungan dan bahan persiapan sebelum melaksanakan Ibadah Haji. Kalo mau disanggah juga silakan, toh postingan ini pendapat pribadi yang belum tentu benar 100%.
Kita mulai aja ya… Supaya mudah, aku bagi menurut etape perjalanan dan mungkin akan dibagi dalam beberapa tulisan, soalnya baaannyyaaaaaak banget yang mau aku ungkapkan di sini.
Sebelum Keberangkatan
- Menyembunyikan Kondisi Kesehatan
Masih ada jemaah haji yang menyembunyikan kondisi kesehatannya karena takut tidak diberangkatkan. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan demi kebaikan Jemaah haji tersebut. Kenapa demikian? Pemeriksaan kesehatan ditujukan agar jemaah yang berangkat dalam kondisi kesehatan yang prima dan jika ditemukan penyakit diharapkan dapat disembuhkan atau paling tidak dikendalikan sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji yang bersangkutan. Siapa sih yang gak pengen ibadahnya lancar jaya? Masak mau ngendon seharian di maktab atau malah Rumah Sakit gara2 gak terbuka dengan kondisi kesehatannya - Olahraga Teratur
Ibadah haji itu ibadah fisik, buat thawaf, sa’I, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah di udara terbuka denga kondisi seadanya, melempar jumrah, mabit di Mina dengan kondisi minim (total 5 malam kita kemping), jalan bolak – balik ke Maktab – Masjid, belanja (eh ini mah gak masuk ibadah haji ya
) Makanya hanya diwajibkan buat yang mampu. Buat yang mampu, saya benar2 menyarankan untuk olahraga rutin sebelum berangkat seperti jogging atau jalan cepat, paling gak 4 Km/ hari, berenang atau bersepeda. Kenapa 4 Km? Itu jarak paling dekat yang akan ditempuh kalo thawaf dan sa’I, bisa lebih. Belum kalo harus jalan dari maktab ke mesjid atau paling gak dari maktab – halte bis. Takutnya kalo gak latihan dari tanah air bakalan gempor. - Mengatur Haid
bagi jemaah haji wanita yang masih subur, soal haid ini bisa jadi masalah. Apalagi kalo jatuhnya di saat2 yang tidak tepat. Bisa2 malah stress sendiri. Solusinya, atur haid paling tidak 3 bulan sebelum berangkat. Pahami betul manasik haji, ketahui kapan saja anda harus dalam keadaan suci. Hal lain yang mempengaruhi pengaturan: anda termasuk gelombang berapa? Kapan anda berangkat dan pulang? Kapan puncak ibadah haji? Kapan umroh wajib? Kapan Thawaf Ifadhah? Hal2 di atas tadi menentukan jadwal regulasi haid anda, atau malah tidak perlu diatur tetap dengan siklus biasanya. Konsultasikan dengan orang2 yang berkompeten misalnya dokter kandungan atau paling tidak dokter umum, usahakan yang mengerti tentang seluk beluk ibadah haji, biar hasilnya bisa pas. Jangan konsultasi ama tetangga atau tukang sayur bisa buyar nanti… - Kurang Istirahat
Sudah bukan rahasia lagi, kalo para jemaah haji sering bikin acara selamatan sebelum berangkat haji ataupun kalo gak bikin acara khusus tetep aja ada saudara atau tetangga yang datang unjung2. Sebenarnya tujuannya baik sih, hanya saja kalo unjung2nya mepet sebelum kasihan yang mau berangkat istirahatnya jadi kurang. Padahal dia harus masuk embarkasi 24 jam sebelum keberangkatan, belum perjalanan dari kabupaten asal ke asrama haji, sebelumnya ada pelepasan di pendopo kabupaten asal, belum lagi perjalanan di pesawat terbang. Jadi sebaknya kalo mau bikin acara atau mau mendoakan saudara atau tetangga sebelum berangkat lakukan paling tidak 1 minggu sebelum keberangkatan. Oya, tidak disarankan untuk mengunjungi di asrama haji, karena sekali lagi para jemaah ini butuh istirahat sebelum melakukan perjalanan udara antara 7 – 10 jam. - Obat – obatan Pribadi
Banyak jemaah yang tidak membawa obat2an pribadi mereka dengan lengkap, baik dari jenis maupun jumlah. Ada yang tidak mengerti obat apa saja yang mereka miliki (cuma bilang obat dari dokter), jamu dianggap obat, atau menaruh obat dalam tas koper bukan di tas tenteng atau tas paspor. Nah, yang terakhir ini juga banyak kejadian, terutama pada lansia yang berangkat sendirian + barang dipak oleh anaknya, padahal sudah berulang kali diingatkan saat pembekalan jemaah haji untuk tdiak menaruh obat di koper. Untuk orang2 dengan sakit kronis seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung Koroner, TBC, Skizofrenia, dll, penting sekali untuk minum obat secara terus menerus. Mitos minum air zam – zam menyembuhkan segala penyakit kayaknya masih belum dapat dibuktikan. Yang ada malah sakitnya kumat atau malah stroke atau serangan jantung. Suwer, ini bukan nakut2in. Sekali lagi gak pengen kan sudah jauh2 ke Arab Saudi, bayar mahal, ngantri lama tapi waktunya dihabiskan di Rumah Sakit. Kesembuhan memang dari Allah SWT, tapi kita kan perlu ikhtiar sebelum memasrahkan segalanya kepadaNya.
Oya, ada pesan juga untuk tidak membawa obat golongan Metampiron alias Antalgin. Katanya sih gak boleh masuk Arab Saudi. Cuma aku gak nemu larangan resmi sampai sekarang.
Demikian tulisan babak pertama. Kapan2 disambung lagi…
Perlengkapan Haji untuk Perempuan Oktober 29, 2008
Posted by Astri in Haji & Umroh, Perjalanan.16 comments
Musim Haji 1429 H semakin dekat.. Tgl 4 November 2008, kloter pertama sudah mulai masuk Asrama Haji untuk diberangkatkan ke Madinah pada tgl 5 November 2008. Sebelum berangkat saya mau berbagi daftar perlengkapan yang sebaiknya dibawa terutama untuk jemaah haji yang perempuan. Kalo ada yang kurang atau lebih mohon dikoreksi ya.. Daftar ini jauh dari sempurna, karena tidak disusun berdasarkan pengalaman, melainkan kesimpulan dari bahan2 bacaan mengenai Haji yang dibaca sebelumnya.
Bekal Haji (dan Umroh juga) Agustus 28, 2008
Posted by Astri in Buku, Haji & Umroh, Perjalanan.9 comments
Di antara sekian banyak hal yang saya persiapkan untuk berangkat ke Baitullah pada musim haji yang akan datang, yang paling saya tunggu2 akhirnya datang juga
Peta Mekkah n Madinah dari Fahmi yang barusan pulang umroh beberapa hari yang lalu.
Pasti banyak yang heran kok malah siap2 peta? Kok gak siap2 manasik atau baca2 buku tentang haji? Gini ceritanya.. karena saya berangkat sebagai petugas kesehatan, tentunya pengenalan medan perlu dong.. Apalagi kalo sampai harus merujuk pasien (duh moga2 yang sekloter ama aku sehat semua) harus tau mana yang terdekat dan kalo perlu tau fasilitasnya selengkap apa dan sesuai nggak dengan kegawatan pasien yang akan dikirim.
Makanya seneng banget pas tadi siang ketemu Fahmi n dia bawain peta2 itu… walaupun agak KO juga ama peta yang Madinah karena full bahasa Arab. Untung ada mertua yang bakal ketiban tugas menterjemahkan
Kalo peta yang Mekkah oke punya tuh, soalnya ada indeks daftar RS, Toko Buku, Restoran (dengan ejaan Rablish= Arab-English; halah ngarang dhewe), dilengkapi juga Peta Arafah dan Mina yang disertai legenda lokasi perkemahan jemaah Asia Tenggara…Yippy… Makasih banget lho, Mi…
Meskipun ada peta, gak membuat saya pede jalan2 di sana sendirian, gak kayak kalo di Indonesia. Bagaimanapun, adat istiadat di tempat yang akan kita kunjungi harus kita junjung. Apalagi kalo demi keamanan kita selama berada di sana.
Sekalian juga mau share bahan bacaan yang asyik buat teman2 yang akan menunaikan ibadah umroh atau syukur haji dalam waktu dekat:
- Menjadi Manusia Haji oleh Ali Syariati (Jalasutra). Aslinya buku ini berjudul Haji, tetapi di Indonesia diterjemahkan oleh banyak penerbit dengan berbagai macam judul, diantaranya: Makna Haji (Pustaka Zahra)
- Menjawab Masalah Haji, Umrah & Qurban oleh Yusuf Qardhawi (Embun Publishing).
- Do’a oleh Miftah Farid
- Panduan Ibadah Haji bagi Perempuan oleh Brilyantini (Hikmah)
- Oman, UAE & Arabian Peninsula (Lonely Planet)
- Modul – Modul Pelatihan bagi Petugas Haji yang menyertai Kloter (Depag) –> yang terakhir ini khusus buat saya
Oya, selain itu mau share juga soal vaksin Meningitis yang merupakan syarat pengurusan Visa untuk masuk Arab Saudi. Beberapa waktu terakhir ini vaksin tersebut susah banget dicari di mana2, incl saya dan suami yang sudah mengontak produsennya. Ternyata vaksin tersebut menghilang karena gagal panen (kayak tenaman aja, tapi bener lho… kan vaksin itu dibiakkan). So, kalo ada teman2 yang dalam beberapa bulan mendatang sampai 2 tahun ke depan ada rencana umroh atau malah berhaji, sebaiknya proaktif cari vaksin itu duluan deh, jangan ngandalin travel.
Kenapa saya menyarankan hal di atas? Karena perlindungan vaksin itu memiliki waktu yaitu 10 hari sampai 3 tahun, sehingga kalo divaksinnya satu hari sebelum berangkat ya manfaatnya gak maksimal. Kebalikannya kalo kita vaksin sampai 2 tahun sebelum tanggal keberangkatan, sertifikat vaksinnya masih bisa diterima. Denger2 sih bulan2 September – Oktober vaksinnya dah ada lagi.
Sedangkan buat manasik, ada banyak tempat untuk belajar. Bisa di KBIH atau buat yang terdaftar sebagai Jemaah Calon Haji biaya yang dibayarkan termasuk dapat manasik 14 kali di tingkat kecamatan dan kabupaten/ kota.
Moga2 bisa berguna bagi teman2 sekalian
Akhirnya Unpacked Agustus 24, 2008
Posted by Astri in Curhat, Haji & Umroh, Perjalanan.2 comments
Akhirnya bisa unpacked.. Semoga sampai lebaran nanti gak perlu packing lagi. Gak kayak puasa tahun kemarin yang sampai berangkat ke Bengkulu. Setelah pulang mudik yang mungkin agak hectic, karena persiapan sebagai dokter TKHI: Pemeriksaan kesehatan tahap 2, pembuatan data kesehatan, penyuluhan, belanja perlengkapan yang kurang, pemantapan, pembagian kloter.
Sampai sekarang masih serasa mimpi termasuk di antara daftar dokter TKHI. Semoga sampai waktu keberangkatan semuanya berjalan lancar dan saya termasuk di antara tamu yang diundang oleh Allah SWT ke rumahNya.
Gitu dulu aja ya, mau sarapan ama dokterearekcilik n F2
Packing Lagi Agustus 18, 2008
Posted by Astri in Curhat, Haji & Umroh, Pelatihan, Perjalanan.2 comments
Baru Senin yang lalu saya unpacked dan sekarang harus packing lagi
mana yang dibawa banyak lagi… (termasuk baju olahraga) pfiuhhh..
Moga2 sleeping bag saya ada di tempat biar gak kedinginan
Berburu Ihram Juli 29, 2008
Posted by Astri in Baju, Haji & Umroh.1 comment so far
Lagi berburu baju ihram nih… Agak susah secara badan agak maxi, tapi yang bikin bete kok kainnya rata2 pada tipis alias nerawang ya? Secara itu baju dipakai buat umroh n haji, kan harus nutup aurat n nggak boleh nerawang. Didobelin kaos or singlet? Ribet boo bawa baju banyak… Mana selama di Armina kan tinggal di tenda n gak bawa barang banyak…
Ada info tempat jual baju ihram yang agak tebel? Atau ada tips untuk mengatasi hal ini?
Cerita Saat Menghilang Juli 22, 2008
Posted by Astri in Curhat, Haji & Umroh, Perjalanan.3 comments
Maaf2… Lama Banget dah gak posting
Kambing hitam no.1 tentunya kesibukan… Tp memang ada sesuatu yang membuat saya mendadak harus menata ulang rencana hidup saya sampai Januari 2009. Semuanya berawal dari lamaran yang saya buat pada bulan April dan baru saya harapkan ada jawaban pada bulan Agustus.
Tak disangka tak dinyana, pertemuan dengan seorang teman kuliah memberi kabar bahwa pengumuman lamaran tersebut muncul pada minggu berikutnya (Akhir Juni).. Jadilah mulai hari Senin saya rajin berkunjung ke sebuah situs pemerintah negara kita dan tgl 27 Juni 2008 dini hari pengumuman yang ditunggu muncul juga dan berubahlah semua rencana saya, paling tidak sampai Januari 2009.
Menyesal? Tentu tidak… Bahagia yang lebih dominan, tapi terus terang ada rasa tidak percaya, kaget, dan harus bergerak cepat. Karena antara pengumuman dan pembekalan awal jaraknya 1 minggu dan di antaranya saya sudah keburu menjadwalkan pergi ke Jakarta dan Bandung selama 3 hari. Untungnya pas di Cengkareng saya nemu buku Lonely Planet Oman, UAE & Arabian Peninsula yang saya butuhkan sebagai modal sebelum pergi ke tempat tugas baru saya. Dalam 1 minggu tersebut harus melengkapi tes kesehatan, membikin pas foto baru dengan ukuran tertentu, mencari baju2 tertentu dalam jumlah banyak, yang selama ini saya gak punya (baju putih polos dan batik). Jadwal praktek saya di Klinik CGM langsung saya kembalikan ke koordinator (sori berat, Nang). Yang paling tidak mengenakkan tidak bisa mengikuti ACPID yang sudah saya daftarkan sejak Maret yang lalu karena bentrok dengan jadwal pembekalan awal.
Untungnya setelah saya masuk asrama dan mengikuti pembekalan, ada jam-jam kosong yang memungkinkan saya kabur ke tempat ACPID
dan makan siang di sana (jadi gak ninggal2 bangetlah). Sempat bosen n jenuh waktu ikut pembekalan, apalagi I’m not a morning person tapi kena wajib senam pagi… TIDAAAAKKKKKK!!!!! Tapi rasa jenuh itu segera hilang setelah pembekalan dimulai dalam bentuk kelompok dan bisa saling berdiskusi dengan teman2 baru, jadi ada ilmu baru yang nambah
dan saya juga bisa membagi sedikit info dan pengetahuan ke teman2 baru saya.
Tambah senang lagi begitu tahu ternyata pembekalan awal dipercepat!!! Yippy… saya bisa pulang awal
Dengan membawa cerita baru buat dokterearekcilik, sambil mengatur strategi perubahan rencana hidup kita n bisa internetan lagi di rumah.







