jump to navigation

The Diving Bell and The Butterfly Februari 15, 2009

Posted by Astri in Film.
3 comments

barusan nonton film ini The Diving Bell and the Butterfly atau Le Scaphandre et le Papillon yang mengharukan sekaligus bisa ngeliat layanan kesehatan yang gak hanya mengobati fisik. Tapi juga membantu bisa berkomunikasi kembali bahkan sampai membuat buku walaupun hanya melalui kedipan mata.

Saya gak tau ini karena sistem asuransi kesehatan yang jalan atau Jean Do Bauby emang mampu secara finansial untuk bisa tinggal di RS sedemikian lama dengan fisioterapis, terapis wicara, tanpa ditemenin keluarga, full dirawat ama orang RS… Hehehe, di Indonesia bisa kayak gitu gak ya??

Postingan Gak Penting September 27, 2008

Posted by Astri in Daily Life, Film.
7 comments

Saya udah nonton Laskar Pelangi :D

Keren, lucu, gambar2 yang bagus dan membuat terharu :)

The Kite Runner September 26, 2008

Posted by Astri in Film.
8 comments

Kalau ada film yang bisa saya jagokan buat ditonton saat ini, maka The Kite Runner adalah pilihannya. Film ini disutradarai oleh Marc Foster dan diangkat dari buku yang berjudul sama yang ditulis oleh Khaled Hosseini, imigran dari Afghanistan yang sekarang berprofesi sebagai dokter.

 

Film yang sebagian besar mengambil latar di Afghanistan ini mengisahkan banyak hal mulai dari persahabatan, keberanian untuk berpendapat dan membela yang benar, dendam, pengkhianatan, diskriminasi dan tidak lupa soal perang, sejarah, dan budaya di Afghanistan baik pada masa damai sampai masa Taliban.

Untuk film yang diadaptasi dari buku, saya patut mengacungkan jempol buat Marc Foster karena berhasil menyajikannya seindah di buku meskipun telah dipersingkat dan ada beberapa detil yang hilang yang membuat film ini menjadi lebih menyenangkan untuk dilihat. Adegan2 yang munculpun tanpa tedeng aling – aling. Saya tidak menyangka adegan Aseef ‘mengerjai’ Hassan, hukum rajam di  depan umum tetap dimunculkan apa adanya, demikian juga saat Sohrab menyelamatkan Amir dari Aseef dengan ketapelnya, benar2 seperti David melawan Goliath.
Yang berbau – bau budaya juga ada, saat Amir dan Soraya berbicara berdua setelah ayahnya melamarkan untuk Amir. Ibu Soraya tetap mengikuti di belakang dari jarak tertentu, dengan maksud  menggantikan tugas setan sebagai orang ketiga :D Terus acara saling melihat ke cermin setelah akad nikah juga tetap ditampilkan sebagai salah satu bagian dari upacara pernikahan ala Afghanistan.

Waduh kok jadi spoiler ya? Ah, kalo dah baca bukunya nggak kok… asli persis :) Tinggal perlu liat visualisasinya aja di film biar lebih ada bayangan tentang bagaimana Afghanistan, dulu dan sekarang. Atau kalo malas baca bukunya, filmnya juga asyik banget buat dinikmati. Sayang belum diputar di bioskop.

Btw, kalo nonton jangan yang VCD atau DVD Bajakan ya… Bulan Puasa kok mencuri hak orang lain :) Peace!!!

UPDATED (karena komentar yang masuk):

Ajakan buat nonon VCD atau DVD yang asli ini berlaku juga di luar bulan Ramadhan lho ya. Peace lagi deh

Quickie Express November 28, 2007

Posted by Astri in Film.
8 comments

Quickie ExpressKalo udah muak liat sinetron di televisi, kalo udah bosen liat deretan film horor di bioskop.. (sigh…) Saatnya untuk menonton Quickie Express :D

Film yang dibintangi Tora Sudiro, Aming, Lukman Sardi dan pendatang baru Sandra Dewi (kok agak2 mirip Dian Sastro ya? tapi lebih putih)  dan disutradarai Dimas Jay dan Nia Dinata ini memang beda ama film2 Indonesia lainnya.

Gak bicara resensi deh… nanti ada yang nganggep spoiler alert, cuma mau ngasih tau kalo film ini perlu diliat karena ide ceritanya yang agak2 gila dan asli bikin ketawa dari awal sampai akhir :) )  dijamin gak akan nyesel ntn film ini

Ratatouille Agustus 21, 2007

Posted by Astri in Daily Life, Film.
7 comments

Ternyata di dunia yang sudah dipermudah dengan internet dan wikipedia, tidak membuat saya berbuat bijak dengan menggunakannya. Be o de o ha banget kan soalnya selama ini mengira Ratatouille itu bentuk jamak dari tikus dalam bahasa Perancis, dan ternyata ada nama sebuah masakan Perancis yang kadang dikenal juga sebagai Ratatouille Nicoise karena berasal dari Nice.

Kok ngomongin Ratatouille? Karena habis nonton Rataouille dong :)

Remy, tikus Perancis yang punya kelebihan dalam indra penciuman langsung membuat saya terpikat pada saat pertama melihat trailernya. Gayanya mencium aroma masakan setelah mencemplungkan bahan masakan sangat – sangat menggemaskan :D

Ratatouille

Mana lagi ceritanya gak jauh2 dari dunia kuliner, yang mana saya sangat menikmati hasil akhir dari proses masak – memasak :D Dalam film ini juga dijelaskan tentang istilah2 dalam dalam dunia kuliner, memperjelas yang selama ini buram.

Oya, salah satu tokoh di film itu, Anton Ego, mengingatkan saya pada seorang teman yang sudah 2 tahun lebih ini saya kenal, namanya? Jangan disebut ah… nanti ditimpuk kamus…. Kabur!!!

Secara keseluruhan film ini perlu diliat, apalagi buat yang hobi nonton film kartun, tertarik dengan dunia kuliner, atau yang cuma sekedar menghabiskan waktu luang.

BABEL Agustus 6, 2007

Posted by Astri in Daily Life, Film.
1 comment so far

Girang banget setelah berhasil menemukan DVD BABEL dalam versi ekonomis (bukan bajakan kok) yang harganya cuma 15900. Biarpun sudah pernah nonton di bioskop, film ini pantas masuk jajaran koleksi pribadi.

So, weekend kemaren dihabiskan dengan menonton dua buah film yaitu: The Phantom of the Opera dan Babel. Tapi Babel saja yang bakal masuk postingan.

Film peraih Golden Globe Award

Harry Potter Order of the Phoenix(The Movie): A Review Juli 14, 2007

Posted by Astri in Curhat, Film.
7 comments

Asalnya saya sempat excited banget karena bisa nonton Harry Potter di hari pertama pemutarannya di bioskop di Surabaya.
Sayangnya….

Hotel Rwanda Mei 16, 2007

Posted by Astri in Film.
2 comments

Setelah mencari selama 2 tahun, akhirnya dapat juga DVDnya HOTEL RWANDA. Maklum waktu pertama kali rilis masih belum kuat buat beli VCD or DVD yang asli. So, baru bisa kesampaian sekarang.
HOTEL RWANDA yang dibintangi oleh Don Cheadle ini merupakan sebuah kisah nyata saat terjadi peperangan antar dua etnis besar (Hutu dan Tutsi)di Rwanda. Peperangan yang didiamkan oleh negara2 besar di dunia yang menghabiskan 1 juta nyawa dalam waktu hanya 3 bulan saja.
Film ini menggambarkan tentang manager hotel des Mille Collines yang memberikan perlindungan pada penduduk yang menjadi incaran pembersihan etnis, termasuk di antaranya istri dan anak2nya karena mereka berasal dari suku Tutsi.
Kelanjutannya nanti aku ceritain lagi, yang jelas aku nonton bareng satu kotak besar tissue, I cried when I saw this movie, and I don’t mind to cry again this time.