Sate Lembut Juli 29, 2008
Posted by Astri in Makanan, Perjalanan.trackback
Saat ke Jakarta bulan lalu, saya memang terpaksa melewatkan makan Mie Aceh dan Nasi Uduk Kebon Kacang, karena masalah waktu n beda selera ama dokterearekcilik. Sebagai gantinya, adik saya menyarankan mencoba sate lembut dan laksa yang juga terdapat di daerah Kebon Kacang yang baru saja diliput oleh teman2nya dari salah satu stasiun teve swasta di Indonesia.
Untungnya, supir yang mengantar kami cukup tahu jalan menuju tempat sate lembut yang lumayan mblusuk. Sempat pesimis juga karena jalan yang dilalui makin sempit, apalagi setelah berhenti di sebuah rumah sederhana yang dibilang adik saya, “ini tempatnya”.
Kemudian kami segera memedan 3 porsi Laksa dan 3 porsi Sate Lembut. Yang sampai duluan tentunya Laksa, karena satenya masih dibakar. Tanpa banyak omong, dokterearekcilik n Adhi langsung menyantap Laksa tersebut. Well, sebagai blogger saya jelas langsung memotret laksa tersebut dan menunggu sate matang karena harus menyandingkannya bersama
Sate datang saat Laksa di piring Adhi dan dokterearekcilik tinggal separuh. Mereka lagi – lagi langsung menyerbu, sedangkan saya tentunya langsung memainkan Ixus 75
Sebagai info, sate ini dibuat dari campuran daging dan kelapa yang dicincang halus dan dililitkan ke tusuk sate. Rasanya cukup gurih disertai rasa kelapa yang cukup menonjol. Porsi Laksa yang cukup besar membuat
saya merelakan beberapa tusuk sate dimakan Adhi. Oya, laksanya sendiri berisi lontong, perkedel, bihun dan kuah yang berwarna kekuningan.
Saat membayar saya kaget juga nih… Karena untuk makan dan minum 4 orang di warung yang relatif sederhana tersebut menghabiskan 128 ribu
Meskipun enak tapi tetep aja kaget. Ternyata 1 porsi laksa dihargai 12 ribu dan 10 tusuk sate lembut dihargai 18 ribu, ditambah jus jeruk yang gak seberapa enak 5 ribu.
Moral of the story: Selalu tanyakan harga di tempat yang tidak menyediakan daftarharga, sesederhana apapun tempatnya
Rumah Makan Betawi H. Rohma
Jl. Kebon Kacang V/29, Tanah Abang
Jakarta Pusat








ayo ke jakarta, makan2 lagiiiiiiii, hohohohohohohoho
lama dak jenguk rumah ini…makan2 terus…..makyuss
gmn kabarnya Dok?
Saya masih merasa blum familiar dg sate yg scr fisik bentuknya nyambung gitu. Dan dari pengalaman, itu lebih enak klo dimakan tanpa bumbu sebenarnya
Satenya nampak lezat…haji Rohma i’m cominggggg
Mbak, kalau lihat fotonya, sate itu mirip banget dengan sate lilit di denpasar, pernah coba ga?
Rasanya enak banget, 2 tahun harga per tusuknya Rp.1000,-. Cuman, kalau saya hanya pernah coba yang daging ayam, karena ada yang dari daging sapi, daging babi dan daging ikan laut (aku lupa namanya). Jadi kalau beli, mesti request dulu.
@Adhi
yuk
@konsultasi kesehatan
aku bisa keriting kalo gak sering2 jalan2
@Akhmad Guntar
tapi enak lhoooo
@uyie
jadi dah nyobain?
@hermin
emang mirip, tapi lebih besar dan lebih berdaging